Checkout Diana(a.k.a Wonder Woman) fighting Cheetah in the new Main Trailer for Wonder WOman 1984 from here http://oakshow.in/WonderWoman1984.html#WonderWoman1984 #WonderWoman #Cheetah #WW84 #OakShow
seen from China
seen from United States
seen from France
seen from China
seen from Argentina
seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Poland
seen from India
seen from India
seen from China
seen from Venezuela
seen from Nigeria

seen from Türkiye
seen from Lebanon
Checkout Diana(a.k.a Wonder Woman) fighting Cheetah in the new Main Trailer for Wonder WOman 1984 from here http://oakshow.in/WonderWoman1984.html#WonderWoman1984 #WonderWoman #Cheetah #WW84 #OakShow

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Primer vistazo de @gal_gadot para la película de #WonderWoman 2 / #WW8 : Síguenos @noticiasgeektv #mujermaravilla
Closing Credits
Terima kasih banyak untuk semua yang telah berpartisipasi dalam Ultimate Werewolf Plurk Season 8!
Vampire @lima_sekawan (aka @alfimutiari, Original) @india_belanda (aka @aiph, Bodyguard turned Vampire N2) @echo_nomi (aka @mimiutami, Sheriff turned Vampire N4) @beta_hana (aka @ganyabubrown, Bloody Mary turned Vampire N6) @fanta_sprite (aka @ginahavier, The Count turned Vampire N8) @hotel_cinta (aka @kokosdera, Priest 2 turned Vampire N8)
Werewolf @rabbita (Big Bad Wolf) @golf_kar (aka @akhy, Wolf Cub) @kilo_meter (aka @rahmaut, Framer) @winterfey (Disguiser) @willypermana (Dreaming Wolf)
Villager @jakarta_49 (aka @ichawashere, Old Man) @ultragakun (Mayor) @alpha_maret (aka @yosu, Spy) @shin_think (Harlot) @liamariaagnes (Priest 1) @charlie_st13 (aka @aksa_syadri, Gambler) @delta_semen (aka @ivanpito, Backstabber) @3nd12a5L1ve (Vampire Hunter)
GM @kevinghetto
Narasi Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8 Part 9
Sampai jumpa di season 9!
Epilog
“Ah, nenek, engkau terlalu mendetailkan ceritanya. Langsung saja, bagaimana nasib akhir desa itu?” celetuk salah satu cucuku.
“Akhirnya di keesokan harinya, kita berhasil membunuh sisa-sisa kawanan Werewolf beserta Vampire Hunter... Aku tidak menyangka bahwa aku digigit di malam yang sama saat Lima_sekawan dibunuh... Tetapi yang jelas desa pun tinggal berempat saat semua pembunuhan berantai itu berakhir. Aku pun menggigit semua penduduk desa yang masih tersisa, mereka berjasa besar denganku sewaktu aku masih menjadi manusia. Tetapi, aku tetap merindukan atas kehilangan India_belanda, ia tampan dan humoris. Ramah dan sangat berjasa menyelamatkan hidupku selama ia hidup..”
Tiba-tiba seorang dokter menghampiri kami yang berkumpul di sana.
“Halo pasienku, Echo_nomi, kami sudah memperbolehkanmu pulang karena kondisimu sudah membaik.”
“Hore!” sambut para cucu. “Nenek akan pulang ke rumah!”
Begitulah akhirnya, sore itu Echo_nomi dibawa keluar dari rumah sakit khusus Vampire di Desa Transfatylnia.
Aku tak tahu kapan kutukan kades itu akan benar-benar membunuhku nanti, tetapi yang jelas aku tidak menyesal atas hal itu. Aku bangga setidaknya aku memiliki cerita yang bermakna untuk anak-cucu Vampire ini.
Tamat
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
Uhuk! Uhuk! Udara ini sangat kotor! Merusak paru-paru! Sebaiknya kita tetap diam dulu menunggu debu-debu terkutuk ini pergi!
Sang Backstabber masih terduduk diam di pojokan rumah Lia dekat dengan tangga. Pikirannya mulai kalut melihat jasad Lia yang tergeletak beberapa meter darinya. “Kemurkaanku selama ini telah menutupi akal sehatku!”
Namun, penyesalan selalu datang terlambat.
Backstabber itu kemudian perlahan-lahan merangkak menuju mayat Lia. Ia mengambil pisau yang masih menancap dari punggung Lia. Tangannya gemetaran memegang pisau itu. Ia menatap pisau itu dengan wajah seringai yang aneh. Backstabber itu tertawa dengan nada yang seram.
“Tidak ada lagi yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku, Lia. Selain membayar nyawamu dengan nyawaku...”
Delta_semen pun langsung menyayat tangannya, menciptakan luka dalam yang mengucurkan darah segar di tangannya. Lalu ia pun menusukkan pisau itu ke perutnya. Digenggamnya kencang-kencang pisau tajam itu, lalu ia memutarkan pisaunya, mengoyak-koyakkan isi perutnya. Backstabber itu pun terjatuh, tergeletak di sebelah jasad Lia.
“Marilah kita membunuh yang pasti-pasti saja... Rumah orang ini tampak tidak berbahaya! Aku sudah kelaparan, ingin mangsa!” kata Big Bad Wolf. Mereka dengan sisa kekuatan yang tinggal dua orang, menghampiri rumah Charlie_st13, sang musisi kota dengan obsesi bermain rolade dan capsa. Mereka menyekap Charlie yang sedang tertidur lelap dalam tidurnya. Sementara Big Bad Wolf langsung melarikan Charlie yang tersekap ke hutan belantara, Werewolf satunya lagi menjarah ratusan juta rubel hasil taruhan yang dimenangkan Charlie bertaruh uang selama lima tahun.
Tidak ada teriakan apapun dari Charlie yang mulutnya disekap sepanjang malam penjarahan itu. Kecuali teriakan “Tidaaaaaaaaaakkkkkk!” yang menggema kencang dan membangunkan para penduduk desa di pagi hari, bahkan membangunkan ayam yang seharusnya bertanggungjawab menjadi alarm alami penduduk desa.
Para penduduk desa pun terpaksa bangun di pagi buta, sekitar pukul 5 pagi. Mereka mendapati rumah Charlie yang tidak terkunci. Mereka juga mendapati rumah Lia yang tidak terkunci. Mereka juga mendapati rumah Lima_sekawan yang tidak terkunci... Di masing-masing rumah itu, mereka menemukan tanda-tanda kematian. Charlie menghilang tanpa jejak, namun cakaran tangan Werewolf membekas di mana-mana. Lia dan Delta sama-sama meregang nyawa di tangan pisau tajam nan dingin. Lima_sekawan mati dengan jantungnya tertusuk oleh perak murni berkualitas buatanku. Kedua gigi taringnya telah dicabut paksa oleh Vampire Hunter.
“Sepertinya kutukan sang mantan kepala desa Witch itu datang lebih cepat dari yang kita perkirakan...”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The Smog
Tidak hanya menewaskan dua manusia yang sedang bersenggama, kawanan Werewolf pun juga menjarah sejumlah kardus mi instan dari toko kelontong itu. "Bagus, karena mi instan itu bisa dicuri, pelakunya pasti manusia kafir pengkhianat yang mencoba membantu Werewolf! Tangan dan kuku Werewolf tidak memungkinkan untuk membawa berkardus-kardus mi instan!" kata salah satu penduduk desa.
Warga desa pun menunjuk dia untuk memimpin inspeksi. Rumah penduduk satu per satu digeledah. Namun, saat rumah Winterfey, sang pebisnis aplikasi gim di ponsel “Bistik Mesenjer”, ia menolak. "Di dalam rumah saya ada server yang tidak boleh diakses sembarang orang seperti kalian!" katanya melawan.
"Buka saja pintunya, kami tidak butuh masuk ke dalam servermu!"
"Jangan, server ini dilengkapi dengan pendingin 24 jam, dan jika kamu membuka pintunya, suhu akan turun drastis merusak server!"
"Lapor pak kades, kami sudah menginspeksi semua kamar dan rumah di desa ini, dan tidak ada yang memiliki kardus mi instan di dalamnya!
"Berarti... tinggal server ini saja yang belum kita kunjungi."
Untuk mencegah agar Winterfey kabur, dua penduduk langsung mengunci tangannya. Pak kades pun masuk ke dalam dan membuka ruang server.... Di balik pintu itu pula, ia langsung menemukan tumpukan kardus mi instan curian hasil menjarah toko kelontong milik alpha_maret.
Sang kades langsung menoleh perlahan ke arah massa. Dengan suaranya yang pelan namun berat, ia bertitah "bunuh dia".
Warga desa pun langsung mengikat Winterfey, mengaraknya ke tengah jalanan. Beberapa warga langsung menyiapkan tiang kayu tebal yang berdiri tegak dikelilingi oleh tumpukan kayu bakar. Winterfey pun diikat, disiram bensin, dan langsung dibakar massa. Ia nyaris tidak memiliki banyak waktu untuk membela diri, apalagi berargumen dengan penduduk desa, ketika barang bukti sudah ditemukan langsung di ruangannya.
"Tolong! Tolong!" teriak Winterfey. Jilatan api yang panas mulai membakar kakinya. Ia pun berteriak tiada henti, namun semua warga di sana hanya berdiam dengan wajah datar menatapi detik-detik kematiannya.
Tetapi, api yang semula kuning tiba-tiba berubah menjadi warna kehijauan. Asap hitam pekat mengepul dan menyebar dari jasad Winterfey yang dibakar. Warga yang mencium asap itu langsung terbatuk-batuk, sesak napas, dan beberapa bahkan muntah. Warga desa pun langsung lari terbirit-birit, berupaya mencari udara segar yang akan membebaskan paru-paru mereka dari gas beracun tersebut.
Deadliest Night I
Malam hari telah tiba, dan penduduk desa pun masuk ke dalam rumah masing-masing. Adalah sebuah kebodohan besar untuk keluar rumah ketika Werewolf masih berkeliaran, apalagi setelah werewolf kedua mati!
Malam itu, Liamariaagnes baru saja usai memasak untuk makan malam dan bersiap diri untuk beristirahat. Ia pun masuk ke dalam kamar tidur. Ia menyalakan saklar lampu kamarnya dan...
..di sisi seberang kamarnya, seseorang yang tidak dia kenal menodongkan pisau belati ke arahnya. Ia masuk memanjat jendela kamarnya secara diam-diam. Lia pun kaget dan langsung mengangkat tangannya.
"Siapa kamu?" tanya sang Lia. "Bukan urusanmu. Menurutku kamu Werewolf."
"Apa kamu punya bukti bahwa aku benar-benar jahat!? Bulan tidak purnama memang, tetapi lihatlah jendela! Cahaya bulan sudah menyinari malam hari di sini tetapi tidak sehelai bulu Werewolf pun muncul dari lenganku!"
"Tetapi kamu bagian dari manusia pengkhianat yang membantu kubu Werewolf, benar itu!?"
"Tentu bodoh kamu, apa kamu kerasukan setan atau kehilangan akal sehatmu! Aku ini warga biasa, tak bersalah! Siapa pula kamu masuk ke dalam rumahku tanpa izin dan mencoba membunuhku? Apa kamu ingin hartaku? Ambil! Ambil sekarang juga!"
"Aku tidak butuh hartamu, aku butuh nyawamu!"
"Dasar kamu bedebah, pergi kamu dari sini! Aku bukan Werewolf!"
Tersulut oleh emosi, Backstabber pun menyerang Lia. Ia berlari ke arah Lia dan mencoba menusukkan pisau ke tubuhnya. Lia pun menangkis, dan melawan. Ia menendang Backstabber dari belakang, berusaha kabur dari rumah. Ia berjalan dari lorong lantai dua, berlari tertatih-tatih dalam ketakutan, berupaya secepat mungkin kabur dari seseorang yang barangkali psikopat itu. Sang Backstabber langsung bangkit dan berlari mengejar. Ia melemparkan pisau belati nan tajam itu ke arah Lia, dan pisau itu langsung terbang menghunus punggung Lia. Ia pun terjatuh dan mati berdarah-darah.
Puas dengan melihat Lia yang mati, Backstabber pun langsug mengacak-acak rumah, mencari petunjuk mengenai Lia yang sebenarnya. Sepanjang malam ia terus mencari hingga ayam pun mulai berkokok, namun ia hanya bisa menemukan Kitab Suci dan tasbih yang tersimpan dalam laci kamarnya.
"Oh tidak, jangan-jangan aku membunuh.... villager!?"
Sementara itu, alpha_maret tampak sedang menahan sesuatu. Wajahnya terlihat tegang dan tidak rileks. Tubuhnya bergerak tidak beraturan. Tangannya terlihat sedang menggenggam shin_think yang sedang memberikan pelayanan kepada alpha_maret di gudang toko kelontong itu. Desahan demi desahan bersahut-sahutan di balik tumpukan karton mi instan, jenis jualan yang paling laku keras di desa itu.
Di saat mereka berdua sedang dimabuki oleh birahi Werewolf pun menyerang gudang toko kelontong itu. Awalnya, mereka hanya mencari tumpukan daging sapi segar dan sosis yang disimpan di freezer, karena sungguh Werewolf ini sangat kelaparan. Namun, mereka justru menemukan daging yang lebih lezat dan lebih banyak, apalagi daging manusia! Melihat kedua manusia itu saling "menikmati" lezatnya "daging hidup" satu sama lain, kubu Werewolf pun langsung menerkam kedua orang malang itu.
Lidah Tak Bertulang
Para penduduk desa pun berduka atas kepergian mantan kepala desa yang sudah memimpin desa selama 10 tahun sebelum jabatan itu digantikan oleh sang kepala desa yang menjadi martir. Ia dikenal sebagai kepala desa yang rajin, disiplin, serta mampu mengayomi warga desa selama 10 tahun masa baktinya itu.
“Ngomong-ngomong, rumah di seberang kenapa pintunya terbuka?” kata salah satu penduduk yang menyadari. Mereka pun menghampiri masuk. Ruang tamu dan lantai satu rumah itu pun berantakan. Bekas kuku dari cakaran Werewolf ‘menghiasi’ dinding dan lantai rumah itu. Semua kaca dan jendela di ruangan itu pecah, dengan potongan kaca menyebar ke sisi luar rumah.
“Astaga, rumah saya!” teriak sang pemilik rumah. Ia baru terbangun pukul 7 pagi, ketika hampir semua penduduk desa sudah memasuki ruang tamunya tanpa diundang. “Apa yang terjadi!?”
“Rumahmu semalam diserang Werewolf.” “Astaga, tetap saja sebuah langkah bodoh membunuhku semalam. Aku semalam terlelap di bawah pengaruh obat tidur, jadi jikalau mereka meminum darahku, mereka akan ikut terlelap dan kalian bisa dengan mudah membunuh mereka semua yang menikmati cairan tubuhku!” “Tidak apa-apa, lebih baik kehilangan harta daripada nyawa.”
Mendengar hal itu, sang kepala desa langsung tertawa terbahak-bahak. “Sungguh langkah bodoh kemarin, Werewolf menyerang rumah sang pembuat pedang yang sedang minum obat tidur!” katanya sang kepala desa sambil tertawa. “Mungkin mereka menyadari begitu mudahnya mereka terbunuh nanti jika mereka masuk ke rumah ini sehingga para dedemit itu pun kabur! Sudah rumahnya penuh dengan pedang tajam, mereka memangsa orang yang di bawah pengaruh obat tidur, lalu ia dijaga dengan manusia bersenapan pula!”
Mendengar ucapan itu, salah satu penduduk desa merasa terpancing. Matanya tampak kaget terbelalak. Namun, ia sudah membuka mulutnya dan ingin langsung berkata “Eh...!” tetapi kemudian tidak jadi mengutarakan sesuatu. Mungkin ia pikun.
Para penduduk itu bubar. “Baliklah ke rumah masing-masing, siang telah tiba, marilah makan untuk menjaga kewarasan kita!” perintah sang kades. Satu per satu, penduduk itu membubarkan diri, tetapi sang lelaki yang tadi terpancing tidak keluar. “Bolehkah saya makan siang bersamamu? Ada yang penting.... sepertinya saya tahu sesuatu.... psst psst pstt....”
Seusai makan siang, pukul 3 sore, kepala desa kembali mengumpulkan penduduk desa ke taman air mancur. “Nah, adakah diantara kalian yang mengetahui siapa yang menjadi Werewolf!?”
“Ya, dan itu kamu!” teriak sang pembuat pedang dengan lantang. Seluruh penduduk desa terkejut dengan menggemanya seruan terkejut mereka.
"Dari mana kamu tahu ada seseorang yang menembakkan Werewolf itu!? Ada saksi mata dari sang penembak Werewolf, dan melihat kamu mencoba melemparkan bom ke arah dia!” “Bagaimana jika orang yang ‘mengaku-ngaku’ menembak Werewolf itu adalah justru siluman itu sendiri!?” “Tidak mungkin! Sang penembak menunjukkan lokasi bekas peluru tembakan semalam yang menghantam dinding, dan peluru itu cocok dengan senapan yang ia pegang. Bahkan pelurunya sama dengan peluru yang tersisa di dalam selongsongnya. Saya seratus persen yakin, sang kades kita inilah yang siluman!” “Ya, tapi saya menyimpulkan ada penembak karena peluru di dinding itu!” “Tetapi tidak ada penduduk desa yang sadar dengan peluru itu tadi pagi! Sekarang, angkat tangan siapa yang baru menyadari ada peluru di dinding dekat lemari porselen di ruang tamu saya!” Hampir semua penduduk mengangkat tangan.
“Lagipula, ketika semua penduduk desa tidak mau main hakim sendiri, hanya kamu yang memprovokasi hal itu kemarin! Saya sudah curiga denganmu sejak awal!”
Sang kades terlihat menelan ludah sendiri. “Ini adalah bentuk penggulingan jabatan! Pengkhianatan! Coup d’etat! Makar! Kamu tidak sadar jika kamu sudah terhasut oleh si lidah ular tak bertulang itu!” “Oh ya, mari kita buktikan!”
Sang pembuat pedang itu menembakkan timah panas ke betis kiri kepala desa. Sang kepala desa langsung terjatuh dan lumpuh oleh timah panas itu. Ia pun berteriak kesakitan. Namun, tidak lama tampak sesuatu yang aneh. Kepala desa itu mulai mengeluarkan suara-suara yang tidak awam. Teriakannya berubah dari suara manusia, ke suara hewan buas. Bola matanya yang putih, berubah menjadi merah.
“Oh jelas, dia Werewolf! Hasta la vista, siluman!” sang pembuat pedang langsung mengeluarkan pedang favoritnya, lalu memenggal kepalanya. Kepala itu digelindingkan ke arahnya, lalu ia tusuk ke dalam pedang tersebut, menjadikan tengkoraknya bagai sate ayam.
“Hore! Hidup sang pembuat pedang!” teriakan itu berulang-ulang diteriakkan para penduduk desa dengan sorak sorai. Tengkorak itu pun diarak-arakkan berkeliling air mancur.