Life in Stanzas: Bidadari Idaman
Jadilah dirimu sekuntum mawar,
Menghiasi indah laman perjuangan
Menebar harum ke seluruh pelusuk halaman
Bukan hanya cantik menjadi pujaan
Jadilah dirimu sang bidadari,
Buat ummah ini engkaulah penyeri,
Mendidik generasi dengan halus nubari,
Melakar ummah dan ibu pertiwi.
Belajarlah dirimu sang bidadari,
Dari kupu-kupu yang terbang tinggi,
Tentang sebuah refleksi hakiki,
Apakah makna kecantikan sejati?
Marilah bidadari, hamba kisahkan
Tentang Kupu – kupu yg melintas lautan,
Di dada air, refleksi dirinya mempesonakan,
Segera ia terbang menuju awanan.
Terbangnya tinggi menjauhi bayangan,
Kerana semua itu allah pinjamkan,
Bimbang tertipu dgn keindahan,
Ditelan ombak bila terbang di rendahan.
Belajarlah dirimu sang bidadari,
Itulah dia kecantikan hakiki,
Nilainya itu tinggi sekali,
Itulah dia keindahan nurani.
Berkurun roboh kota Melaka,
Papan di Jawa belum terdirikan
Hamba bersungguh berkongsi rasa
Utk bidadari yang ummah idamkan.
Rangkap kelapan sudah pantun ini,
Panjang sudah pesan untuk bidadari
Hamba ingin kalian mengerti
Bidadari itu..ibu ummah ini.
Menutup pesan dengan ungkapan,
Dari ulama yg juga ilmuwan,
Wanita itu kunci ketamadunan,
Rosak mereka, rosaklah binaan!