STOMP: Ribut-ribut nan artistik dan seru
Ini adalah salah satu pertunjukan yang sangat saya sukai. Saya sudah tahu tentang orang-orang keren ini sejak saya masih di Indonesia, diperkenalkan lewat video yang dipasang seorang teman. Reaksi saya waktu itu ada dua: ingin jadi seperti mereka dan ingin menonton aksi mereka live. Ya, dapat ditebak, dari dua reaksi itu, yang lebih mungkin terjadi adalah yang nomor dua. Apalagi ketika saya mendapati bahwa STOMP US touring production akan mampir di Shea's Buffalo selama 3 hari. Harus nonton dong.
Kebetulan waktu itu saya masih praktek-belajar di Shea's, jadi saya bisa mendapatkan tiket dengan mudah. Hehe. Tapi bila harus susah payah pun, saya dengan rela hati melakukannya karena saya yakin kualitas pertunjukan yang akan saya saksikan.
Sebelum saya lanjutkan, bagi yang belum kenal STOMP, bisa menengok cuplikan video mereka yang membuat saya jatuh cinta pertama kali dengan kelompok ini.
Pertunjukan perdana mereka malam itu, 13 April 2012, ramai penonton. Panggung diubah menjadi set standar pertunjukan STOMP, melibatkan benda-benda sehari-hari macam drum minyak, drum plastik, rambu-rambu lalu lintas, panci, dan banyak lagi. Saya tidak dapat menemukan foto set panggung mereka di Shea's, tapi kurang lebih seperti di foto ini:
Set yang dibuat dua lantai ini berfungsi maksimal. Tak ada spot yang mubazir. Koridor di bagian belakang panggung yang di foto ini terlihat seperti dua celah gelap pun digunakan untuk tempat beraksi. Konstruksi di tingkat atas apalagi. Seperti taman bermain bagi para anggota STOMP.
STOMP tampil memukau selama sekitar 1,5 jam tanpa jeda. Berhubung saya sudah menonton dvd mereka, saya sudah tahu nomor-nomor yang mereka bawakan. Memang tidak ada kejutan, tapi itu tidak mengurangi keasyikan pengalaman saya.
Penampilan mereka seru, energik, lucu, dan tentunya dengan ketepatan ritme yang mencengangkan. "Kecelakaan" yang terjadi pun lumrah bagi pertunjukan mereka, misalnya ketika gagang sapu yang dipakai patah. Dengan cepat seseorang di sayap panggung melemparkan sapu pengganti, sedangkan sapu yang patah juga dengan cekatan dilemparkan ke arah sayap panggung. Mulus.
Hampir semua nomor STOMP yang saya tahu ditampilkan malam itu. Termasuk nomor yang menggunakan ban dan drum minyak seperti ini:
Bagaimana dengan aksi gelantungan seperti di video tadi? Hadir juga tentunya. Meski saya sempat khawatir ketika melihat set yang digunakan bergoyang-goyang. Salut deh sama perancang dan kru panggungnya.
Dan seperti yang terlihat di video maupun foto di sini, anggota STOMP bukan hanya cowok. Cewek-cewek yang tergabung di STOMP juga keren minta ampun. Malah kadang mereka lebih ekspresif daripada anggota cowok. Seperti prajurit. Hehe.
Oya, yang mungkin perlu diketahui adalah STOMP memiliki banyak anggota. Anggota asli mereka yang terlihat di dvd mereka mungkin sudah tersebar di berbagai venue. STOMP juga sering mencari anggota baru, terutama bila akan ada pertunjukan di kota atau negara lain dalam periode yang cukup lama.
Kembali ke malam itu: Yang juga patut diperhatikan dan diacungi jempol di pertunjukan ini adalah tata lampu dan suara. Tata lampu yang tepat baik warna maupun waktu sangat memengaruhi emosi pertunjukan. Apalagi untuk saat-saat seperti solo broom seperti ini:
Tata suara jelas memerlukan posisi dan tipe mikrofon yang tepat sehingga beat yang mereka hasilkan bisa terdengar jelas oleh setiap penonton di gedung pertunjukan.
Yang lucu malam itu adalah reaksi penonton ketika diajak berinteraksi oleh anggota STOMP. Ini sesi wajib setiap kali mereka manggung. Tapi interaksi tidak dilakukan dengan kata-kata. Hanya memberikan contoh ritme dan raut muka yang menandakan apa penonton melakukannya dengan baik. Rupanya para penonton di Buffalo tidak familiar dengan sesi ini. Jadi ketika diminta menirukan beat dengan tepukan tangan, hanya sebagian yang melakukannya. Namun begitu mereka paham, mereka malah tidak berhenti ketika diminta berhenti. Si anggota STOMP sampai geleng-geleng kepala. Hehe. Mungkin karena kebanyakan penonton di sini usianya cukup lanjut ya.
Saya punya banyak nomor favorit STOMP. Bagaimana tidak, mereka bisa membuat bunyi-bunyian ber-ritme dengan barang apa pun. Bahkan dengan zippo, kantong kertas atau plastik, dan tentu saja dengan menjentikkan jemari. Tapi saya akan menutup tulisan ini dengan video aksi mereka menggunakan koran dan penampilan mereka yang satu ini (sayangnya versi yang dilakukan di stasiun televisi lokal Buffalo sudah dihapus). Saya yakin, setelah menyaksikan semua ini, kamu juga akan terkena wabah STOMP :)














