MALANGTODAY.NET - Camat Lowokwaru, Imam Badar membenarkan warga Letjen Sutoyo Gang IV, RT. 05 / RW. 03, Kota Malang memprotes keberadaan tower Base Tranceiver Station (BTS) yang berdiri di atas bangunan Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nur Madinah. Pasalnya, warga sekitar menilai bahwa pendirian tower milik PT. Centratama Menara Indonesia yang berkantor di Jakarta itu tidak sesuai dengan prosedur. "Sosialisasinya kurang, sehingga masyarakat sekitar pun tidak menyetujui adanya tower tersebut. Harusnya warga diajak bertemu dulu," ungkap Imam, sapaan akrabnya saat ditemui awak media, Selasa (29/08). Sebelumnya, perwakilan warga sudah menemui pihak perusahaan dengan kesepakatan segera dilakukan. Seiring berjalannya waktu, pembokaran tersebut urung dilakukan. "Seharusnya pembongkaran itu dilakukan 24 Juli lalu, namun gagal dilakukan. Kesepakatan berikutnya, 7 September nanti akan dibongkar," imbuhnya. [caption id="attachment_75171" align="aligncenter" width="696"] tower yang diprotes warga berdiri menjulang di tengah perkampungan @yoga[/caption] Ia menambahkan, sebenarnya saat awal pendiriannya bulan Mei lalu tidak ada permasalahan. Sebagian warga yang awalnya menyetujui, akhirnya sekarang ikut menolak karena mayoritas warga tidak menyetujui keberadaan tower di lantai 3 lembaga pendidikan itu. "Perizinan pembangunan berjalan begitu saja. Mungkin karena tower terlalu tinggi yakni 35 meter, akhirnya warga menolak. Lokasi tower itu di perbatasan antar RT, tapi hanya satu RT saja yang menerima sosialisasi," pungkasnya. Sementara itu, pihak pimpinan PAUD Nur Madinah saat didatangi awak media sedang tidak berada di tempat. Saat MalangTODAY.net mencoba untuk konfirmasi juga tidak membuahkan hasil. Salah seorang guru, Yeni juga menyatakan tidak mengetahui betul tentang permasalahan itu. Bahkan selaku penghuni sekolah, ia mengaku tidak pernah mendekat ke bangunan tower karena ada pagar pembatas. "Mohon maaf mas, yang lebih tahu pihak yayasan dan kepala sekolah. Kalau mau tanya lagi, silahkan menghubungi nomor telepon sekolah saja" jelas Yeni.(yog/zuk)