Menjadi Lara
(pict of Kala novel by pinterest)
✨Ada kalanya kita ingin singgah, bukan pada ruang nyata, melainkan pada lembar-lembar kata, menyusuri alur yang disulam pena, dan hidup di antara aksara.
Jika ada satu buku yang ingin aku singgahi, maka aku ingin melompat ke dalam novel Kala dan Amor Fati karya Stefani Bella dan Syahid Muhammad. Kedua novel tersebut seperti series perjalanan dari tokohnya yakni Saka dan Lara. Dan tentu saja disana aku melakukan perjalanan sebagai Lara.
Lara, seorang perempuan yang begitu kuat namun juga rapuh. Ia hidup di antara persimpangan rasa, antara luka dan harapan, antara kehilangan dan pencarian arti. Dalam dirinya ada semacam kegetiran yang manis: getir karena penuh beban, manis karena justru dari sana lahirlah ketegaran.
Menjadi Lara adalah pengalaman tentang berani menghadapi kehidupan yang tidak selalu ramah. Ia mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, tapi semua bisa dimaknai. Bahwa rasa sakit pun punya suara, dan rasa kehilangan pun punya warna.
Membayangkan berjalan di jejaknya, merasakan pergulatan batin, menimbang pilihan, menyimpan rahasia yang berat, sekaligus mencari arti takdir yang kadang tidak bisa diubah. Experience itu akan membuatku seperti sedang bercermin: menemukan diriku sendiri dalam bayangan Lara.
Menjadi Lara berarti belajar berdamai dengan masa lalu, meski getir tetap menetes. Menjadi Lara juga berarti berani menerima cinta dengan segala resikonya, dan memahami bahwa perjalanan manusia adalah tentang menerima takdir dengan lapang, amor fati mencintai nasib itu sendiri.
Menjadi Lara memang bukan sesuatu yang menyenangkan, bahkan membayangkannya saja terasa rumit dan penuh liku. Namun justru di situlah letak keindahannya, sebab hidup tidak selalu menghadirkan tokoh yang bahagia sepanjang jalan. Mendapatkan diri sebagai sosok dengan kepribadian seperti Lara adalah semacam cermin yang menantang, membuatku berani menatap sisi rapuh sekaligus kuat dalam satu jiwa. Dan di dunia nyata ku sebagai Syifa, sebagian peran itu adalah sesuatu yang diam-diam aku inginkan, karena ia mengajarkan keberanian untuk menerima diri apa adanya.
✨Dan pada akhirnya, masuk ke dunia buku bukan sekadar melarikan diri, tetapi menemukan kembali diri sendiri, dalam sosok Lara yang mengajarkanku arti, bahwa perjalanan hidup adalah kisah yang layak disyukuri.
~Faa















