Merasa Terancam??
Berdasarkan pemikiran yang baru saja terlintas, kadang seseorang perlu memiliki perasaan 'merasa terancam'. Untuk apa? Supaya apa?
Supaya kita bisa tetap terpacu untuk mencapai sebuah target atau tujuan.
Saat sudah berada di satu target, bila kita kehilangan perasaan terancam, bagaimana kita bisa menuju lagi ke target berikutnya? Jangan merasa aman ketika sudah berada di titik ini.
Bisa saja ketika kita sudah sampai di impian tertinggi, ada angin sepoi-sepoi yang tiba-tiba menghanyutkan kita sehingga kita lupa bahwa pijakan kita belum kuat.
Dari perasaan 'merasa terancam' akan menimbulkan sikap waspada dan usaha bagaimana menjaga apa yang sudah ada.
Kalaupun masih ada target selanjutnya, perasaan terancam dan sikap waspada akan membantu kita untuk mencapainya. Namun, perlu diingat bahwa segala yang berlebihan tidak memiliki dampak baik.
Perasaan terancam dan sikap waspada yang ada, jangan sampai membuat kita menjadi suudzon kepada saudara / teman, apalagi kepada Alloh SWT sebagai penentu segalanya.
Dua hal tersebut harus tetap diimbangi dengan rasa syukur, ikhlas dan sabar. Tetap harus terkait dan terikat satu sama lain.
Untuk segala pengharapan , usaha dan cita-cita; tetaplah berkibar. Perbaiki apa yang salah dan pertahankan apa yang sudah ada. Tetap berbuat baik dan berdoa. Di atas impian kita, masih ada penentu segala; Alloh SWT.
Jaga semangat, jaga mood, mugi Gusti mberkahi! 💙

















