Di antara momen yang paling saya rindukan dari anak didik ngaji saya adalah senang membantu saya. Baik itu tidak disuruh maupun saya suruh, semuanya selalu berebut untuk melakukannya. Entah itu menaruh buku di lemari, merapikan pensil warna, menggulung ambal, menyapu, mengepel, memasukkan meja bundar ke dalam rumah, dan masih banyak lagi. . Saya pribadi tidak keberatan dengan inisiatif anak-anak dalam membantu saya, meski terkadang orang tua anak khawatir jadinya malah merepotkan. Bagi saya, biarlah mereka memupuk rasa peduli mereka terhadap orang yang tengah kesulitan. Semoga bisa membentuk akhlaq yang mulia di dalam hati mereka. . Semoga Allah senantiasa merahmati anak-anak yang senang tolong-menolong dalam kebaikan dan memudahkan urusan mereka kelak ketika dewasa, dunia dan akhirat. Begitu pula dengan kita semua. Allah memerintahkan kita untuk berbuat demikian melalui kalam-Nya; "âĶ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2 | http://quran-id.com) . Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa meringankan satu kesusahan seorang muslim di dunia, maka Allah akan meringankan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang sedang kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya." (Hadits Sunan Abu Dawud No. 4295 - Kitab Adab | hadits.id) . -- #Taawun (Malam, 11/05/2020 | 19/08/1441) (at Jln. M Said) https://www.instagram.com/p/CADQTgzhrsP/?igshid=c5bldihnz6vw