Gue ingat betul. Sabtu sore dan sedang dinas. Kebetulan jendela dan pintu depan rumah sakit ini terbuat dari kaca. Jadi apapun yang terjadi di luar bisa terlihat dari dalam. Sore itu seperti biasa, kalau cuaca cerah sinar matahari langsung menyoroti area tempatku bekerja. Silau. Mata otomatis dipicing-picingkan. Pokoknya enak banget buat ngeluh. Terus tiba-tiba kedengeran suara hujan. Gue cuek, mikirnya ah paling suara mobil atau orang lagi cuci tangan di wastafel belakang. Silau gini mana mungkin hujan. Pintu kaca otomatis pun terbuka lebar dan ada tiga wanita masuk dengan sedikit berlari. Mereka sedikit heboh, sambil menepuk-nepuk pakaian mereka yang sebagian basah. Pintu masih terbuka lebar. Lalu gue lihatlah pemandangan itu. Untuk sekian detik, I was amazed and could not move my eyes to see another thing but the rain. Mungkin hujan panas itu biasa, tapi panorama yang gue lihat dari tempat duduk gue ke arah luar rumah sakit itu magis *alah*. Seriusan. Berulang kali gue berdecak kagum sendiri "Ih bagus kali ya we pemandangannya." "Kaya di film-film india, ini nih adegan pas mereka harusnya nari-nari." "Subhanallah it's so dreamy." Entah apa-apa yang gue bilang. Temen kerja cuma bisa kekeh sendiri mungkin sambil mikir sakit jiwa ini perempuan. Kalo bisa gue deskripsikan, bayangin lu lagi di dalem rumah yang jendelanya adalah kaca super lebar. Lu lagi memandang halaman rumah yang ada pohon berdaun lebat dengan buah atau bunga warna merah cherry. Pohonnya sekitar 7-10 meter dari tempat lu berdiri, trus disekelilingnya tumbuh rumput hijau dan ada jalan setapak. Awalnya semua biasa aja, ada sinar matahari sore yang menerangi pemandangan itu. Terus tiba-tiba turun hujan. Hujan yang suaranya bikin adem, bikin damai. Hujan yang lumayan deras tapi tidak tergesa-gesa *yha*. Semua panorama itu bikin lu bahagia. Bikin lu merasa ada harapan untuk hidup lagi. Gak bermaksud lebay, tapi itu yang gue rasain. Satu lagi yang gue lihat adalah bayangan gue menari dan berputar-putar di tengah-tengah pemandangan itu. Di bawah hujan, seorang diri, tanpa peduli ada orang lain yang menyaksikan. Ah.. Pertunjukkan alam yang amat sangat langka. Sayang sekali cuma berlangsung selama setengah jam. Ternyata bahagia gue sereceh dan sesingkat itu.












