BUKAN KOPI KEBENCIAN Tentu saja, ini bukan tentang hate speech. Jika ingin membenci, tanpa berkata-katapun siapa saja dapat berternak rasa benci dihatinya. Saya mungkin orang kolot, yang masih percaya pada ujaran-ujaran usang. Seperti "satu musuh terlalu banyak, sejuta kawan terlalu sedikit". Atau "kita tidak tahu dari mulut siapa do'a tentang kita akan dikabulkan Tuhan. Bisa jadi dari orang yang kita benci". Maka, sedapat mungkin marilah kita menahan diri. Tidak memberi komentar yang bisa menyulut emosi, atau membangkitkan rasa marah. Kebencian harus dikendalikan, agar silaturrahmi terjaga. Dalam banyak hal, saya mungkin berbeda pendapat denganmu. Tetapi kamu tidak boleh dilarang berbicara dan berekspresi. Saya akan berjuang untuk memastikan bahwa hakmu mengemukakan pendapat terlindungi. Sebab pada akhirnya, setiap orang akan bertanggung jawab terhadap apa yang dia pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Setiap orang, sendiri-sendiri. Kita harus membenci perbuatan jahat, tetapi siapkan ruang untuk mencintai pelakunya. Perbuatan jahat akan selamanya jahat. Tetapi pelaku kejahatan bisa berubah menjadi baik dan santun. Begitulah kehidupan. Ini hanya dunia, kita tidak akan tinggal selamanya disini. Sungguh sayang, jika waktu yang singkat ini hanya diisi dengan kebencian. Demikianlah ceramah kita hari ini. Silahkan, jika ada penelepon ingin bertanya.... π
π
#briefstory #sundayhack #instaspeech #instagrahman