Cosmos: A Spacetime Odyssey
Science will never stop to amaze me. Every science discovery always make me wonder how exactly that happens. Like, ada aja gitu hal-hal yang menakjubkan di sekitar kita yang bahkan kita gak ngerti gimana kok hal itu bisa terjadi. I just watched Cosmos episode 3, and I got goosebumps everywhere!
Saya sadar banget betapa berharganya pemikiran para ilmuwan zaman dahulu yang bisa membawa kita pada kehidupan yang sekarang ini.
I just knew that:
- Edmond Halley (yang sekarang kita ketahui sebagai penemu komet Halley) sering nongkrong berdua bareng sahabatnya (ilmuwan juga, tapi lupa namanya), untuk mencari tahu dan memikirkan sebenarnya kenapa lintasan bumi terhadap matahari bentuknya bisa elips, yang belum ada satu orang pun juga yang bisa membuat perhitungan matematikanya. Dan terkadang bersama mereka datang Robert Hooke (ya, naturalis yang nemuin mikroskop cahaya) untuk berpikir bersama, Hooke seringkali bilang kalau dia sudah menemukan perhitungan matematika, but turned out he was just bluffing. Sampai akhirnya Halley muak dan gak pernah mau mendengarkan cerita Hooke lagi.
- Halley keluar dari Oxford dan memutuskan untuk melakukan ekspedisi ke belahan bumi bagian selatan untuk membuat peta bintang langit selatan bumi. Seluruh dana ekspedisinya didanai oleh ayahnya, yang, fortunately support all his wonders of science. Beberapa tahun kemudian, Halley melakukan ekspedisi lagi yang didanai oleh raja Inggris (back then the authority even funded the science expedition!) dan dari sana dia menghasilkan peta cuaca (yang isinya arah angin) yang sering kita lihat di weather forecast setiap hari.
- Selama ini kita diceritakan di sekolah bahwa Isaac Newton adalah penemu hukum gravitasi, pergerakan, ruang, dan waktu. Bahwa ia dilahirkan di kalangan bangsawan. Truth is, he wasn’t. Newton gak dilahirkan dari keluarga bangwasan, ayahnya meninggal sebelum dia lahir dan ibunya pergi di usia tiga tahun dan baru kembali saat dia berusia 11 tahun, dengan anak dan suaminya yang baru. Newton kabur dan bersekolah di Cambridge, bahkan di sekolah pun dia gak punya teman, dan hari-harinya dihabiskan dengan belajar alkitab, bahasa, dan filosofi Yunani kuno.
- Turned out Robert Hooke wasn’t just a good person. Ia menuduh Newton telah mencuri teorinya tentang spektrum cahaya. Hooke memang menemukan mikroskop cahaya, tapi dia gak menemukan spektrum cahaya. Back then, Newton was being humiliated in front of the Royal Science Society London, and he decided to locked up his self. Sampai akhirnya Halley datang menemui Newton and asked him whether he knew the calculation of the earth orbiting the sun. Newton said yes and told that he already finished the math 5 years ago! WOW. Halley decided to make it published and it was, it’s titled “The Principia: Mathematical Principal of Natural Philosophy”.
Setelah menonton ini, rasanya saya sadar kalo:
- Tanpa adanya mereka dengan dedikasi dan kerja keras yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan, we won’t live like we live today. Kita tak akan hidup dengan segala macam teknologi dan kemudahan. Kalau saja Newton gak mau nerbitin bukunya, mungkin sampai saat ini gak akan ada handphone, gak ada pesawat luar angkasa, dan satelit yang mencari sumbr penghidupan lain di luar angkasa sana. Science has made this life this far and more than we can imagine would happen.
- Penemuan-penemuan hebat tidak akan pernah dicapai tanpa adanya kerja keras, komitmen, persistensi, dan, well I have to say this, keyakinan terhadap Tuhan. Newton menemukan segala hal yang ada karena rasa penasarannya dimulai dengan mencari tahu kebenaran yang ada pada alkitab. Ia mencari tahu apa yang sebenarnya disampaikan Tuhan di alkitab dengan mencari pola dan simbol tertentu. Dari sana ia mengamati apa juga yang terjadi di alam.
- Newton mengamati fenomena yang terjadi di sekitarnya dan menelitinya sampai dia tahu apa yang sebenarnya terjadi (well, this is what makes him a naturalist). Dan semua yang dia amati won’t stop him from learning. This kind of thoughts lah yang membuat kita selalu merasa kecil dan bukan apa-apa di hadapan sang pencipta. Saya rasa, keingintahuan Newton dan keuletan dia dalam mengamati adalah salah satu caranya bersyukur atas apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.
- Saya pengen jadi bagian dari Royal Science Society. To explore more in this earth, as long as there’s life in this universe. I want to share my curiosity as well as my knowledge with other fellow scientists. Aaargh I want to know more about science!
I think, this is how I appreciate what we have today, we have a thing called knowledge. Entah berapa kali kita bisa mengucap terima kasih karena adanya ilmu pengetahuan dan science yang telah membawa kita sampai sejauh ini. And discovering more science is my way to say thank you to the universe for providing us such great phenomenons.
Hail science!!
ps: Terima kasih untuk Carl Sagan yang telah membuat script sekeren itu aja buat Cosmos :))













