Penyakit Kelamin Raja Singa
Jika memiliki kebiasaan berganti pasangan seksual, salah satu pemicunya adalah penyakit kelamin raja singa. Penyakit ini dikenal juga dengan sifilis yang menular lewat seks. Karena gejalanya terkadang tidak menyebabkan sakit, maka penderita cenderung meremehkan gejala penyakit sipilis. Karena bahaya yang sebenarnya adalah penularan yang bisa terjadi pada pasangan. Parahnya lagi jika menyerang wanita dapat ditularkan pada anak.
Sipilis atau penyakit kelamin raja singa ini termasuk dalam penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak diobati. Namun, dengan perawatan yang tepat, komplikasi sipilis dapat dicegah. Penyakit raja singa ini terbagi menjadi beberapa tahap infeksi, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Penularan raja singa ini dapat ditularkan lewat seks oral, anal, maupun vaginal. Jika sipilis pada wanita dibiarkan, maka dapat membahayakan ibu sekaligus bayi yang dikandungnya.
Tahap Infeksi Penyakit Raja Singa
Jika mengobati sejak tahap awal infeksinya, penyakit kelamin raja singa dapat disembuhkan. Penularannya juga dapat dicegah jika tahap infeksinya dapat ditangani dengan cara yang tepat. Sebelum mengobati, tentunya Anda perlu mendeteksi penyakit raja singa dengan cepat. Penyakit raja singa dapat dideteksi lewat gejala yang dialami oleh penderitanya. Namun, gejala yang dialami pada setiap tahapnya tidak selalu sama, dan berikut ini gejala sekaligus tahap infeksinya.
Tahap Awal Infeksi Raja Singa
Pada tahap awal umumnya muncul gejala yang kita kenal dengan luka chancre. Luka ini muncul pada bagian dimana bakterinya masuk. Luka ini tidak terasa sakit dan jumlah luka chancre pada setiap orang bisa saja berbeda. Gejala ini umumnya muncul sekitar 3 minggu setelah infeksi terjadi. Namun, tidak semua penderita mengalami gejala ini. Tak sedikit yang mengalami infeksi dan selama bertahun-tahun tidak mengalami gejala sama sekali. Tahap awal infeksi penyakit kelamin raja singa ini adalah tahap primer.
Di tahap berikutnya kita mengenalnya sebagai sipilis sekunder yang ditandai dengan ruam. Ruam berwarna merah atau kecoklatan ini terlihat seperti gejala alergi. Umumnya ruam terlihat di bagian telapak tangan dan telapak kaki. Perbedaannya, ruam ini tidak menyebabkan rasa gatal dan terkadang dibarengi gejala benjolan seperti kutil di sekitar mulut maupun kemaluan. Terkadang penderitanya juga mengalami rambut rontok, sakit tenggorokan, bahkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Gejala ini dapat bertahan selama beberapa minggu dan hilang sendiri, namun dapat muncul kembali selama beberapa kali. Untuk mencegah munculnya kembali gejala ini, maka mengobati dengan cara tepat adalah hal yang perlu dilakukan segera.
Sebelum menyebabkan komplikasi, ada tahapan infeksi penyakit kelamin raja singa dimana sifilis seolah telah sembuh. Tidak ada gejala yang muncul selama beberapa waktu. Tahap laten ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan bisa saja berbeda pada setiap orang. Karena tidak menyebabkan gejala, tahap ini kerap kali diabaikan dan dianggap sifilis telah sembuh dan pengobatan dihentikan.
Di tahap ini, kerusakan organ tubuh bisa saja dialami oleh penderita karena bakteri sipilis telah menyebar lewat saluran darah. Kerusakan tersebut akibat bakteri treponema pallidum telah naik dan menginfeksi bagian seperti sistem saraf contohnya. Organ penting seperti ginjal, jantung, hingga otak dimana sistem saraf pusat pun dapat mengalami kerusakan. DI tahap inilah komplikasi dapat terjadi pada penderita penyakit kelamin raja singa.
Untuk informasi selengkapnya mengenai tahap infeksi penyakit kelamin raja singa, silahkan hubungi nomor 081233881616. Anda juga dapat melakukan reservasi dengan menghubungi nomor tersebut.