Schoolsick.
Mungkin sedikit aneh dan berlebihan, tapi rasanya memang schoolsick sekali. Beberapa waktu membuka lagi lembar demi lembar kenangan kelas. Untuk keributan di jam kosong. Untuk keheningan yang bahkan dapat membisu di kelas ekonomi. Untuk kegelisahan saat bel istirahat berdering sementara guru tidak jua mematikan LCD. Untuk kekacauan berebut bangku saat moving class.
Entah kenapa saya jadi hectic sendiri. Saya kelimpungan mengendalikan kerinduan ini sendiri. Teman-teman telah banyak jauh di kota orang, yang dekat saja belum tentu bisa berjabat.
Saya tahu, sebetulnya kita sedang tidak ke mana-mana. Kita hanya sedang bermain-main di tempat yang saling berbeda, untuk nanti bertemu suatu saat. Saya hanya sedang dan semakin tidak sabar menunggu momen pertemuan itu.
Maka, izinkan saya untuk merindu, ya. Satu, dua kali, mungkin lebih.












