Duhai Adinda Bidadari Syurga
Duhai Adinda Bidadari Syurga
 Aku mecintaimu, walau aku tak tahu siapa kamu
Aku mecintaimu, sungguh, walau aku tak tahu akan menemuimu atau tidak
Aku mecintaimu, jauh dari waktu sebelum kita akan bertemu, mungkin
Aku tak tahu siapa kamu, apakah aku sudah mengenalmu, atau belum
Walau begitu, aku tetap mecintaimu
                Yang aku tahu, aku berjuang menebas zaman untuk bertahan
               Yang aku tahu, aku berjuang menembus hutan penuh duri ini
               Yang aku tahu, aku berjuang tak peduli alang melintang untukmu
               Bukan, bukan aku mengabaikan agamaku
               Karena kamulah yang akan menjadi bidadari pegajaran kehidupan untuk agama ini
               Bukan, bukan aku mengabaikan agamaku
               Karena perjuanganku sekarang untuk menghidupi kamu, juga mujahid-mujahidah kita kelak
 Sudah tugasku untuk berjuang untuk menghidupi
Sudah tugasku untuk merintih, meringis berjuang
Tak peduli rembulan bertemu rembulan
Aku akan berjuang, akan terus berjuang
Agar kelak kalian tidak perlu merasakan sebagian banyak perjuangan ini
Biar perjuangan ini cukup menjadi sebuah cerita kehidupan
Yang nantinya akan kuceritakan kepada kalian
Agar kalian sekiranya belajar untuk bersiap ke medan kehidupan yang lebih berat
Medan itu bernama masa depan
                Duhai adinda bidadari syurga, belajarlah, teruslah belajar mecintai Allah
               Kelak, kepada engkaulah mereka berkaca dan belajar                                  Â
Duhai adinda bidadari syurga, bertahanlah menghadapi dunia fana ini
               Kelak, enkaulah tempat pertama mereka berkeluh kesah
Duhai adinda bidadari syurga, jadilah wanita tangguh
Kelak, di bahumu akan aku sandarkan diri dikala aku lelah
               Kelak, engkaulah titipan Allah untuk aku menenangkan diri
               Kelak, engkaulah titipan Allah untuk aku belajar lebih mecintai Allah      Â
Hiasi hatimu dengan keindahan ahlak mulia
Hiasi jiwamu dengan bingkai cinta kepada Allah
Hiasi wajahmu dengan senyum indah menatap kehidupan
Jadilah oase penyejuk untukku kelak
Jadilah api untuk sumbuku, tuk terangi sisi gelap yang telah lama sepi
               Duhai adinda, aku mecintaimu walau aku tak tahu siapa kamu
               Dalam setiap doaku, kupanjatkan semoga Allah selalu melindungimu
               Duhai adinda, aku mecintaimu walau aku tak tahu siapa kamu
               Dalam setiap sujud, kupanjatkan semoga Allah selalu membimbingmu
               Duhai adinda, aku mecintaimu walau aku tak tahu siapa kamu
               Dalam setiap tetes air mata kerinduan untuk bertemu denganmu
               Duhai adinda, aku sungguh mecintaimu, walau aku tak tahu siapa kamu
               Yang aku tahu kamulah yang tertulis di lahuh mahfuzku
               Duhai adinda, aku mecintaimu setulus butir air yang mengalir dipermukaan daun
               Aku bersyukur Allah berkenan menuliskan namamu di lahuh mahfuzku
               Walau aku tak tahu, aku akan sabar untuk menjemputmu nanti
Duhai adinda, aku sungguh mecintaimu, walau aku tak tahu akankah kita bertemu sekarang, atau nanti








