Lagu-lagu Sheila On 7 Emang Lagu yang Cocok Buat Suasana Apa Pun
Saat hati saya yang bahkan tak sekuat ranting ini patah, lagu-lagu Sheila 0n 7 menemani masa-masa yang cukup berkabung itu. Tak usah saya jelaskan perihal patah yang saya maksud. Pokoknya patah dan sebagian besar dari kita pernah mengalaminya. Kita sering mendengar istilah ambyar akhir-akhir ini yang dipopulerkan almarhum Didi Kempot untuk menggambarkan remuknya perasaan. Nah, begitu kurang lebih.
Lagu-lagu Sheila on 7 mengajak saya untuk lebih kuat dan dalam judul-judul lagu tertentu lainnya sekaligus memberikan efek nyaman agar sejenak betah tinggal dalam kesedihan yang sedang dirasakan. Meminjam salah satu judul esai mbah Nun, “Hidup Itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem”, begitu pun halnya yang saya rasakan saat dan pasca menikmati alunan lirik dan paduan musik lagu-lagunya Sheila.
Kadang saya serasa dibawa ngebut dalam kendaraan yang berpacu di pikiran, lalu setelahnya harus berhenti mendadak dengan beat dan tempo lagu yang pelan dengan alunan nada kesedihan. Kesedihan sesekali tak ada salahnya untuk dirayakan.
Bahkan, saya pun kalau sedang banyak pikiran lalu nyuci baju atau gegeroh di kosan, seringnya sambil membiarkan smart phone atau laptop memutar lagu-lagu Sheila On 7. Volumenya sengaja saya keraskan agar terdengar hingga ke dalam kamar mandi. Cukup bisa memperbaiki suasana hati.
Pernah juga malam-malam sambil menatap langit gelap, di dekat tempat jemuran, saya memasang earphone sambil memutar lagu-lagu mereka. Di beberapa lagu yang cocok untuk berjoget, saya melakukannya sambil merem-melek. Dan untung tidak pernah ada anak-anak kosan yang memergoki saya sedang melakukannya. Cilaka kalau sampai ada yang melihat saya bergoyang ke kiri dan ke kanan dengan gerakan kurang indah dipandang.
Saya mungkin termasuk orang yang kurang gaul kalau soal referensi lagu-lagu. Tahunya sebatas yang yang itu-itu saja. Lagu favorit saya kebanyakan berbahasa Indonesia dan biasanya lagunya pun agak jadul-jadul gimana gituh.
Ketidaktertarikan saya terhadap lagu-lagu luar karena mungkin disebabkan kendala bahasa. Saya kesulitan memahami lagu-lagu berbahasa Inggris. Juga karena faktor kurang rajin nyari yang enakeun saja. Karena ketika saya memang pada dasarnya ingin mencari lagu yang berkualitas, ya tinggal manfaatkan mesin pencarian di internet saja. Atau minta rekomendasi ke beberapa teman yang punya selera bagus dalam permusikan.
Meskipun pembendaharaan lagu saya amat minim, saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan lagu-lagu Sheila On 7 hingga akhirnya kini menyenanginya. Bahkan saat menulis tulisan ini pun saya sembari mendengarkan lagu-lagunya.
Hampir setiap hari saya mendengarkan lagu-lagunya dari pagi hingga malam. Tapi, jangan bayangkan selama 24 jam saya hanya menghabiskan waktu dengan mendengarkan lagu-lagu Sheila On 7 doang. Enggak lah. Saya juga perlu makan, ibadah, tidur, nonton FTV, dan stalking kadang-kadang kalau sedang ingin. He he. Abaikan bagian akhir. Jangan terlalu dianggap guyon.
Saya tidak bertindak sebagai pengamat musik di sini, yang tahu lagu bagus itu seperti apa. Atau apa saja unsur dari lagu yang akhirnya bisa dikategorikan lagu berkualitas dan tidak. Saya hanya memposisikan diri sebagai penikmat. Menurut saya yang memang cukup sering mendengarkan karya dari band asal Yogyakarta ini, lagu-lagu mereka tuh layak untuk didengarkan seluruhnya, enggak cuma yang populernya saja.
Coba deh dengarkan lagu-lagu yang jarang dibawakan saat konser. Di YouTube teman-teman tinggal cari di kolom pencarian dengan kata kunci “Sheila On 7” dan lengkap di sana seluruh album dari yang paling awal sampai terbaru. Saya juga ngeuh ternyata lagu-lagu Sheila On 7 lengkap tuh baru-baru ini. Awalnya saya mencari-cari album lengkapnya untuk saya unduh dan tak kunjung nemu.
Ada beberapa lagunya Sheila yang baru-baru ini saya sering dengarkan dan jadi cukup favorit. Sebut saja Just For My Mom (album Kisah Klasik untuk Masa Depan), Bapak-bapak (album 07 Des), Tanyaku (album Pejantan Tangguh), Holiday (ada yang bilang judulnya Ibu Linda) dan Lia Lia Lia (album Menentukan Arah).
Yang tidak ditulis bukan berarti tak saya suka, justru yang lainnya lebih sering diputar awalnya ketimbang 5 judul lagu ini. Dan saya masih akan terus ngulik lagu-lagu lainnya, siapa tahu jadi favorit juga.
Mengasyikkan pokoknya mencari tahu sesuatu yang memang kita penasaran atasnya. Kita tidak terkesan terpaksa dan dipaksa melakukannya sebagaimana ketika kita belajar sesuatu yang hanya atas dasar kewajiban selaku siswa dan mahasiswa. Kesan yang terbangun pun jelas-jelas akan berbeda.
Kita cenderung akan melupakannya dengan mudah lantaran hal itu tak terlalu menarik buat kita. Andai segala hal yang kita pelajari itu berangkat atas dasar suka bahkan butuh, niscaya tak akan terlalu sulit untuk menguasainya.
Beberapa waktu lalu saya sempat rekaman episode podcast mengenai Sheila On 7 bersama rekan yang juga menyukai lagu-lagunya. Obrolannya asik menurut saya. Teman-teman bisa juga menyimaknya di sini. Selamat mendengarkan.
Tulisan ini dipublikasikan di Nyoret.com.
sumber gambar: Fadli Adzani dalam Hai.grid.id.














