Me vs Kugy-Dalia-Rana
Antara Kugy, Dalia, dan Rana.
Antara Perahu Kertas, Semestinya CInta, dan Supernova : Ksatria, Putri, Bintang Jatuh.
Jika ketiganya nyata dan melebur, itu adalah aku dengan cerita cinta yang sama namun belum memiliki ending.
Kugy - Dia jatuh cinta kepada Keenan, begitupun sebaliknya. Karena ketidakjujuran akan perasaan mereka masing-maisng, keduanya memilih untuk menjalani hidup sendiri-sendiri. Kugy dan Keenan sempat memiliki kehidupan masing-masing. Kugy dengan Remi, sementara Keenan bersama Luhde. Beberapa kali mereka bertemu kembali tetapi tidak kembali bersama. Hingga pada akhirnya Remi dan Luhde menyadari bahwa kebahagiaan Kugy dan Keenan yang sesungguhnya tidak bersama dengan mereka.
Dalia - Seorang gadis muslim taat yang belum pernah merasakan jatuh cinta hingga akhirnya hadir seorang mualaf bernama Liem di dalam hatinya. Percintaan yang terganjal adat dan remeh temehnya adalah perjuangan mereka untuk bisa bersama. Beberapa kali ia dijodohkan. Dan pada Darwis, orang yang dijodohkan dengannya dan memiliki rasa kepada Dalia, ia berani untuk jujur bahwa di hatinya hanya ada Liem. Dan Darwis dengan berbesar hati bersedia melepas Dalia untuk meraih kebahagiannya sendiri.
Rana - Seorang istri dari pria bereputasi baik, mapan segalanya, dari keluarga terpandang, yang di usia pernikahan ketiganya tiba-tiba bertemu dengan seorang laki-laki bernama Ferre yang bisa membuatnya merasa menjadi dirinya sendiri, hingga akhirnya mereka terlibat cinta terlarang. Cinta terlarang yang membuat mereka tidak bisa memutuskan bagaimana akhir dari cinta mereka. Cinta terlarang yang pada akhirnya hanya akan menyakiti hati masing-masing. Di saat suami Rana menyadari bahwa kebahagiaan istrinya bukan berada di sampingnya, dan ia sudah rela melepaskan Rana untuk bersama Ferre, justru Rana memilih untuk kembali ke dalam pelukan suaminya.
Membaca 3 cerita itu aku seperti bercermin. Apa yang 3 tokoh itu alami juga aku alami. Bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalu, di saat aku akan dan sudah menikah, tetapi juga belum ditakdirkan untuk kembali bersama. Memilih mengubur keinginan untuk menjalani sisa hidup bersama sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Memilih untuk tidak memperjuangkan kebahagiaan demi tidak menyakiti banyak orang. Atau mungkin memilih ini adalah ending dari cerita cinta antara aku dan dia?
Tapi aku tidak merasa bahwa memilih itu adalah sebuah akhir. Karena aku masih punya harapan yang aku gantungkan di depan mataku. Harapan bahwa suatu saat Tuhan akan mempertemukan kami kembali dan mempersatukan kami selamanya sampai maut memisahkan. Tapi bisa juga memilih ini menjadi akhir dari perjalanan cintaku dan dia. Tinggal bagaimana nanti rencana Tuhan untuk kami.
Selama aku masih bernafas, harapan untuk dapat kembali bersamanya akan tetap ada.
Aku ingin seperti Dalia yang berani jujur demi memperjuangkan cinta dan kebahagiaannya bersama Liem. Coz I believe that everyone deserves to be happy..















