Sadcore is Not Sad Hardcore
What the heck is even a sad hardcore, jaman hardcore diimbuhi emotive kemudian menjadi emocore saja Ian Mackaye sudah āmuring - muringā, alias kesal, awkward dan tidak nyaman. Sekarang istilah emo dan post-hardcore sudah interwined malah sadcore diapropriasi jadi sad hardcore. Apakah ini karena kemunculan band - band seperti More Than Life, Modern Life is War atau bahkan Touche Amore yang notabene melodic hardcore atau post-hardcore, menginspirasi beberapa band untuk self claimĀ āSADCOREā? masih misteri.
Sadcore sejatinya sendiri istilah yang muncul sejak tahun 90an untuk mengkategorisasi saudara jauh dari indie rock amerika yaitu indie rock depresif, lirih dan kadangkala kalem. Adapun masih berhubungan dengan skena sadcore adalah Slowcore, saudaranya yang bpm atau temponya lebih lambat. Yang menyamakan mereka adalah penggunaan reverb untuk mendapatkan atmosfir sparse dan dingin. Pionir utama genre ini adalah band - band seperti American Music Club, Low, Ida, Galaxie 500, Seam, Bedhead, Idaho dan Sun Kil Moon. Artis solo yang sering kali diātagā sadcore adalah Cat Power alias Chan Marshall, Jen Wood, Smog alias Bill Callahan, Rivulets alias Nathan Amundsen, Songs:Ohia alias Jason Molina dan Damien Rice.
Skena Sadcore mulai mendapat spotlight di awal 2000an tapi masih diisi oleh band - band senior seperti American Music Club, Idaho, Ida, Sun Kil Moon (post-Red House Painters) dan LOW tepat di hype post-rock secara internasional naik. Bahkan ada band yang memfusikan post-rock dengan slow core seperti Gregor Samsa. Tahun 2000 an juga muncul band - band seperti Early Day Miners, American Analog Set, The Antlers dan The National yang mulai menjadi idola baru sedikit demi sedikit mengikis presence dari generasi 90an. Namun, ketahanan musik dari Mark Kozelek, Bill Callahan dan bekas anggota Galaxie 500 membuat mereka masih bercokol di konser - konser dan rak - rak CD. Era ini pula lahir band di Indonesia seperti Efek Rumah Kaca yang sedikit banyak terpengaruh sound tersebut.
Untuk penyanyi solo āsadcoreā, di awal 2000an Cat Power pun mulai mendapat spotlight dari LA Weekly di artikelĀ āThe Queen Of Sadcoreā di 2003, Sadcore ramai beredar di medsos dengan tambahanĀ āHollywoodā di belakangnya ketika Lana Del Rey menjadi fenomena kala itu.Ā Sadcore mulai muncul kembali di perputaran hashtag social media ketika Lana Del Rey naik ke permukaan dengan lagu - lagu sendunya yang bernuansa 60s dan media pun kembali mencari jalan mudah dengan kategorisasi āHollywood Sadcoreā. Dengan albumĀ āBorn To Dieā Lana Del Rey yang juga secara tampilan fisik menarik perhatian banyak khalayak, mulai membombardir radio airplay, bahkan sampai di tanah air.
Masuk era 2010an ketika streaming mulai merajalela dan spotify mulai mengubah cara āmillenialsā menikmati musik. Muncul nama - nama berbarengan dengan seperti Sharon Van Etten, 40 Watt Sun, Harm Wülf, Cigarettes After Sex menginvasi ponsel - ponsel pintar dan PC. Sedikit mengenai hubungan hardcore punk dan āsadcoreā yang tidak related, Harm Wulf sejatinya adalah mantan anggota band hardcore āBlacklistedā kemudian āhijrahā ke genre sadcore dengan album ā Thereās Honey In the Soil So We Wait for the Till⦠ā di tahun 2013 dan album kedua āHijrahā di Tahun 2016 via label yang sering merilis band metal, sludge dan hardcore yaitu Deathwish. Musik Harm Wulf memang bisa dibilang perpaduan acoustic folk dan āsludgeā. Sludge sebagai elemen ākerasā di sini pun tak bisa menampik bahwa nuansa utama āsadcoreā adalah āpelan dan depressifā bukan āKerasā, āKencangā dan āSedihā Sadcore/Slowcore sendiri juga mulai merambah band - band tanah air, dan untuk lebih jelasnya bisa mampir ke link di bawah ini:
Selo Indonesia from alfanpapaonta on 8tracks Radio.
Jadi pada akhirnya, Please, however sad you are donāt call your melodic hardcore as āsadcoreā, be proud of your āmelodic hardcoreā no matter how sad the songs are.











