Nggak apa-apa
Nggak apa-apa, sesekali kau khawatir ...
Menunggu ...
Berharap ....
Itu manusiawi, apalagi kepada dia.Â
Ya, dia manusia itu. Yang mungkin hampir setiap saat kau pikirkan, yang mungkin kau pikir tidak bisa kau raih, yang kau berharap bahwa dengannya, dunia akan begitu berwarna.
Haha, lagi-lagi, tentang cinta.
Berbicara dan menjadikan cinta sebagai topik yang bisa merekatkan hubungan memang tidak  ada habisnya.
Jika kau sedang merasakannya, berarti kau amat beruntung. Karena cinta, sedikit banyaknya membuat seseorang berubah kearah kebaikan.
Bagi yang tidak merasakannya bahkan alergi saat membahasnya, hatimu sudah cukup tergores dan tercabik-cabik karenanya, tidak apa. Paling tidak, kau tahu kemana tempat untuk pulang, kan?
Kepada cinta yang tidak pernah habis itu. Membuatmu bisa menarik dan menghembuskan napas secara tidak sadar, menidurkan dan membangunkanmu di malam dan pagi hari.
Bahkan, jika kamu sudah mendaptkan itu semua. Cinta yang kau harapkan darinya. Sudah tidak perlu menunggu, semua harapanmu terwujud, perasaanmu terbalaskan, apakah kamu yakin itu akan bertahan?
Perasaan manusia yang secara naluriah berubah-ubah, tidak pernah sama,tidak ada yang bisa menjamin bahwa cinta itu kekal untuk selama-lamanya ...
Kebohongan ...
Penghianatan ...
Sampai akhirnya, perselingkuhan ...
Ya ... Inilah dunia kita, dunia sementara.
Hanya dunia, kok. Sehabis ini, ada sesuatu yang kekal.
Jika dia yang kamu harapkan menjadi bapak atau ibu bagi anakmu itu percaya akan dimensi yang kekal, percayalah ... cinta kepadamu bukan persoalan masih ada atau tidaknya lagi rasa, tapi ... cinta kepadamu itu untuk kebahagiaan selama-lamanya ...
surakarta, 5 Juni 2020
-pembicaraan Gena dengan hatinya sendiri @afsy.lail @romanticallyromantic


















