Hai, kukenalkan padamu Liv, Olivia, Danastri Olivia Qisthy, atau aku sangat suka memanggilnya Liliv-ku. Tak ada yang boleh memanggilnya seperti itu selain aku. Gadis cantik asal Singosari, Kabupaten Malang yang tak bisa kualihkan pandanganku darinya. Manis khasnya menciptakan lesung pipi yang menggemaskan. Suaranya yang lucu ketika kesal seringkali terngiang di kepalaku. Aku rasa cukup menceritakan keelokan fisiknya. Aku khawatir para pejantan menjadikan ia satu-satunya wanita yang mereka idam-idamkan sepertiku.
Ialah gadis yang aku berjanji pada diri sendiri untuk meminangnya suatu saat. Kemandiriannya sejak kecil membuatku takjub. Keteguhan dan keluasan hatinya dapat menelan dan mencerna semua masalahnya sendiri. Dengan sangat senang hati, kuingin membersamai dalam suka dan dukanya. Ia gadis yang ingin kuperlakukan seperti dalam film-film romansa klasik. Gadis lembut yang sabar bahkan karena diriku yang sangat menyebalkan.
Gadis rendah hati yang berprinsip "di atas langit masih ada langit" ini sudah memulai dalam hal sastra sejak SD. Ia mulai mengikuti ekstrakurikuler yang berhubungan dengan kepenulisan sejak SMP, jurnalistik dalam divisi fiksi. Gadis penikmat kopi yang selalu memperhatikanku, mempedulikanku, dan menyanyangiku. Gadis penyuka warna hitam yang telah memberikanku tempat yang nyaman, hangat, tentram, dan menyenangkan. Gadis penikmat seblak yang untuk mendeskripsikan semua keelokannya kubutuhkan sebuah buku berjudulkan namanya.
Aku harap ia tak geli dengan tulisan awamku tentangnya yang apa adanya. Danastri Olivia Qisthy, kekasih sekaligus sahabat terdekatku, dan suatu saat yang akan menjadi istri dan ibu anak-anakku. Love you full forever and after, Liliv-ku❤️
Dari yang jauh lebih cinta Liliv-nya daripada dirinya sendiri,