Rektor Asing dan Ketahanan Ideologi
Beberapa waktu terakhir dunia pendidikan diributkan dengan wacana ‘mendatangkan rektor PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Indonesia dari luar negeri’. Sebuah kebijakan pemerintah sekecil apapun akan dapat menimbulkan dampak baik menguntungkan maupun merugikan, atau boleh saya katakan dalam satu kebijakan terdapat dampak baik dan buruk, tinggal dianalisis saja mana yang paling banyak menguntungkan untuk Bangsa dan Negara Indonesia tentunya.
Terdapat banyak alat untuk menganalisa suatu permasalahan. Pada tulisan ini saya coba gunakan konsep Ketahanan Nasional sebagai sarana analisa. Secara garis besar Ketahanan Nasional merupakan kondisi sebuah negara dalam menghadapi ancaman baik internal maupun eksternal. Terdapat beberapa cabang (gatra) dalam konsep ketahanan nasional, salah satunya adalah gatra ideologi (ketahanan ideologi). Berdasarkan pengukuran indeks ketahanan nasional Indonesia yang dilakukan oleh Lemhannas RI, ketahanan ideologi memiliki angka indeks ketahanan terendah dan telah masuk dalam kategori warning (peringatan). salah satu parameter ketahanan ideologi adalah nasionalisme bangsa.
Pendidikan merupakan sektor yang sangat berpengaruh terhadap ideologi bangsa dan negara. karena tujuan pendidikan tidak hanya menjalankan manajemen saja tapi tujuan utamanya adalah transfer of knowledge dan transfer of value, sehingga dua hal ini sangat berpengaruh terhadap cara pandang seseorang tentang sesuatu, inilah yang sering disebut dengan ideologi. Jika kita kaitkan antara pendidikan dan ideologi sangat dengat hubungannya. Jadi bukannya tidak mungkin jika sektor pendidikan dimasuki oleh orang asing dalam penentu kebijakan yang membawa ideologi asing dan tidak mengetahui tentang adat budaya kebiasaan Bangsa Indonesia, maka akan mempengaruhi karakter bangsa terutama dalam hal nasionalisme Bangsa Indonesia.
Kemudian kita tarik kembali pada pengertian ketahanan nasional bahwa apakah negara mampu mengatasi ancaman yang mungkin terjadi apabila datang orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pikiran dan cara pandang generasi muda Bangsa Indonesia dengan segala potensinya?
@afrishacatur


















