CATATAN RIO MANFRED UNTUK VIVIAN PALOMA
- Malkan Junaidi
catatan ini aku tulis
kala pagi tumpah di atap-atap rumah
dan sinar wajahmu mengguyur
kebun suara dalam benakku.
dua ekor ayam
menyesapi sisa hujan di halaman
tanpa ragu, percaya bahwa
langit tak menyembunyikan pisau
di balik uluran tangannya yang mesra.
catatan ini aku tulis
seperti menurunkan gelap
dari bahu malam yang gosong;
seperti menguras tangki air
dan mengisinya dengan air yang baru;
seperti membuka pintu sangkar
dan membiarkan burung di dalamnya
mengepakkan sayap di udara bebas;
atau seperti menebang sebatang pohon
di hutan yang penuh hewan bertaring
dan menjadikannya kursi perpustakaan.
catatan ini
bukan lambaian tangan yang pedih
bukan nyanyian putus asa yang kelabu,
juga bukan emisan untuk
sebuah kebersamaan yang mustahil
melainkan usapan lembut matahari pagi
atau awan yang berarak demi membuat
langit tampak lebih biru.
bahwa seperti ayam-ayam itu,
pernah kita menyesapi sepah waktu;
mandi berdua, saling menceritakan kisah
luka di punggung dan dada: siapa
telah menorehkannya, dan mengapa.
pernah juga kita jadi pramuka:
berkemah di lereng sebuah gunung
dan menyanyikan lagu cinta
di samping unggun.
bahwa seperti tanah
harus berhari dibakar
sebelum menjelma batu bata merah,
cinta harus pula dipanggang
dengan bertubi pertengkaran
dan perpisahan,
hingga luruh duri, kering getah,
dan hingga matang rindu, bersih
dari segala gamang dan cemburu.
catatan ini aku tulis,
dengan huruf dan tanda baca
yang sudah kuurapi dengan parutan doa:
semoga langit yang manis
tak henti menunjukkan jalan
yang direstuinya,
jalan melintasi tengah hari yang api,
menuju senja jingga tempat engkau
mengecup ubun anak-anakmu yang manis.
2014