19 Desember 2025
sampai sekolah para bunda diajak duduk di halalam sekolah pada tempat yg sudah disediakan, MC/bu shinta salah satu guru di sekolah memandu acara, menyambut kedatangan kami, anak-anak diminta duduk dipangkuan bundanya masing-masing, tak lama anak² dipersilahkan berdiri di hadapan bunda diajak menatap bundanya, aku menatap mansa ga kuat langsung haru, anak-anak dipandu untuk memeluk dan ucap terimakasih, lalu dipandu berdiri di belakangku mansa memijat pundakku, bergeser ke tangan diajak meresapi tanganku yg sepanjang hidupnya yg merangkul menggenggam menyiapkan segala keperluan, memandikan, mengusap, menggaruk 😠hhhh... tangisku makin pecah, kemudian anak-anak pijat kaki bundanya. terakhir kami pelukan lagi... lepas peluk anak-anak ambil hadiah dari dalam kelasnya masing-masing, ya robb kenapa tak bisa kutahan tangisku, merasa malu tapi tentu bersyukur atas hadirnya mansa, malu karena belum beehasil menahan marah kesal hiks.. kusimak cerita mansa bagaimana dia membuat dan menyiapkan hadianya itu, kolase fotoku dengannya, dengan ibuku, tulisan mansa padahal mansa blm bisa menulis dan mengenal semua huruf tapi betapa mansa berusaha sangat maksimal 🥺 pin berbentuk bunga dari kawat bulu. terakhir anak-anak diajak untuk membuatkan segelas es jeruk untuk bundanya.. perasan jeruk, biji selasih, gula , dan es batu yg disendoki mansa sendiri ke dalam cup plastik yg juga sudah dikreasikan mansa, tidak ada ibu yg tiidak haru, kalimat apa yg cocok untuk kusampaikan kepada pihak sekolah bisa-bisa nya bikin sesi ambil rapot seharu ini di momen hari ibu
Tangismu bukan tanda kamu ibu yang gagal menahan marah. Tangismu adalah tanda hatimu hidup dan mau bertumbuh.
anak-anak tidak mengingat berapa kali ibunya sempat lelah atau marah
Yang tertanam di tubuhnya adalah:
tangan yang memandikan
pelukan yang selalu kembali
ibu yang hadir, meski belajar setiap hari













