SOLDERING / SOSOL DE RAN
Hay guys udah lama ya saya ga posting, da ga disuruh tugas posting postingan lagi sih :’) tapi alhamdulillah sekarang ada tugas popostingan lagi.. (?)
Berhubung saya kuliah di jurusan Pendidikan Ilmu Komputer – UPI, yang ngontrak Rangkaian Elektronika, pasti dong ada prakteknya, nih saya mau coba kasih tau temen-temen apa aja yang saya lakuin dan saya dapatkan dalam praktikum ini. Langsung aja ya bisa kita liat dari judulnya, soldering atau bahasa gaulnya sosolderan yang artinya :
“Menggabungkan beberapa logam (metal) secara difusi yang salah satunya mempunyai titik cair yang relatif berbeda”. Dengan kata lain, kita bisa menggabungkan dua atau lebih benda kerja (metal) dimana salah satunya mempunyai titik cair relatif lebih rendah, sehingga metal yang memiliki titik cair paling rendah akan lebih dulu mencair. Ketika proses penyolderan (pemanasan) di hentikan, maka logam yang mencair tesebut akan kembali membeku dan menggabungkan secara bersama-sama metal yang lain.
Perlengkapan yang dibutuhkan pada praktikum kemarin :
Solder.
Adalah alat untuk merangkai rangkaian elektronika, yang fungsinya untuk melelehkan timah seperti yang dikatakan pengertian diatas. Solder yang dianjurkan adalah solder listrik berukuran 30/40 watt, ukuran solder yang terlalu besar wattnya, dapat merusak komponen pada saat disolder, karena terlalu panas. Solder yang saya gunakan pada praktikum kemarin adalah yang 30 watt.
Timah.
Adalah bahan logam yang digunakan untuk merekatkan sambungan antar komponen pada rangkaian elektronika. Campuran umum yang biasa digunakan adalah 60% Tin dan 40% Lead.
PCB
Printed Circuit Board atau biasa kita sebut PCB merupakan sebuah papan tipis yang disalah satu atau kedua sisinya terdapat jalur yang sudah tercetak dari lapisan tembaga. PCB ini berfungsi untuk meletakan komponen elektronika.
Resistor
Adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk menghambat atau menahan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian elektronika. Resistor ini bermacam-macam bahan, jenis dan nilainya. Kalian udah tau kan gimana cara ngitung resistor ini?
LED
Light Emitting Dioda atau yang biasa kita sebut LED adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat menerima arus listrik, atau arti simpel nya adalah lampu yang mempunyai banyak warna yang biasa digunakan dalam rangkaian elektronika.
Pasta Solder
Yang digunakan untuk membersihkan ujung/mata solder dari timah yang nyangkut.
Baterai
Baterai disini digunakan untuk sumber energi listrik yang akan kita pakai pada percobaan pembuatan rangkaian elektronika ini. Baterai yang saya gunakan adalah baterai 9V.
Ini penampakan dari semua bahan yang kita perlukan :
Yuk mari kita belajar menyolder :
Pegang soder seperti memegang pinsil pada bagian pegangan (handle ) solder. Selalu diingat untuk tidak memegang bagian panas yang lain.
Sentuhkan ujung soder ke media penyolderan ( PCB ) lalu tahan beberapa detik dan langsung tempelkan timah diujung soder sehingga timah meleleh pada komponen yang akan disoder.
Angkat solder beserta timah sehingga solderan terbentuk dan diamkan beberapa saat.
Perhatikan hasilnya, hasil yang baik jika solderan berkilau/mengkilap dan membentuk kerucut. Jika tidak anda perlu memanaskan dan membentuknya lagi.
Jika hasil penyolderan gagal/kurang sempurna kita dapat memperbaiki nya, dengan cara Desoldering yang artinya melepaskan atau mengganti hasil sambungan tersebut, memakai alat Attraktor atau biasa disebut penghisap solder.
Jika masih kurang yakin dalam menyolder, kita bisa latihan sendiri dengan cara membuat tulisan atau membuat gambaran yang kita inginkan di PCB.
Ini contoh hasil latihan menyolder saya kemarin pada saat praktikum :
Hasil solder yang benar :
Yuk lanjut merangkai Rangkaian Seri dan Paralel
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
Menghitung Resistansi pada Resistor yang akan kita pakai.
Jika nilai resistor sekiranya kecil kita pakai dalam rangkaian seri, dan jika nilai resistor nya besar kita pakai dalam rangkaian paralel.
Tabel menghitung nilai resistor :
Membuat Rangkaian Seri
Menghitung nilai resistor, lalu pilih resistor yang mempunyai nilai resistansi kecil.
Contoh menghitung nilai resistansi (Resistor yang saya pakai pada praktikum) :
a) Orange – Hijau – Coklat – Emas
3 – 5 – 10 ± 5% = 350 ± 5%
Batas Awal = 350 – 17,5 = 332,5 Ω
Batas Akhir = 350 + 17,5 = 367,5 Ω
Jadi, nilai Resistansinya sebesar 332,5 Ω – 367,5 Ω
b) Coklat – Hijau – Coklat – Emas
1 – 5 – 10 ± 5% = 150 ± 5%
Batas Awal = 150 – 7,5 = 142,5 Ω
Batas Akhir = 150 + 7,5 = 157,5 Ω
Jadi, nilai Resistansinya sebesar 142,5 Ω – 157,5 Ω
Jadi, total Resistansi kira-kira sebesar 475 Ω – 525 Ω
Resistor dipasangkan secara sejajar.
Pasang LED.
Lilitkan kaki-kaki resistor, yang satu dibiarkan tidak terlilit manapun, dan yang satu lagi dililitkan ke kutub positif LED (kutub positif LED mempunyai kaki yang panjang).
Cek rangkaian tersebut berjalan dengan baik atau tidak, dengan cara menempelkan kutub positif baterai ke resistor yang disambungkan ke kaki LED yang panjang tadi, dan kutub negatif baterai ke kaki LED yang pendek.
Apabila LED menyala dengan baik, mari kita menyolder sambungan-sambungan pada kaki-kaki tadi.
Membuat Rangkaian Paralel
Sama seperti membuat rangkaian seri diatas, pertama tama kita menghitung nilai resistor dahulu, lalu pilih yang mempunyai nilai resistansi besar.
Contoh menghitung nilai resistansi (Resistor yang saya pakai pada praktikum) :
a) Orange – Orange – Merah – Emas
3 – 3 – 100 ± 5% = 3.300 ± 5%
Batas Awal = 3.300 – 165 = 3.135 Ω
Batas Akhir = 3.300 + 165 = 3.465 Ω
Jadi, nilai Resistansinya sebesar 3.135 Ω – 3.465 Ω
b) Abu-abu – Coklat – Coklat – Emas
8 – 1 – 10 ± 5% = 810 ± 5%
Batas Awal = 810 – 40,5 = 769,5 Ω
Batas Akhir = 810 + 40,5 = 850,5 Ω
Jadi, nilai Resistansinya sebesar 769,5 Ω – 850,5 Ω
Total Resistansi kira-kira sebesar :
1/R awal = 1/R1 awal + 1/R2 awal
= 1/3.135 + 1/769,5
R awal = 3.135/5,074 = 617,856 Ω
1/R akhir = 1/R1 akhir + 1/R2 akhir
= 1/3.465 + 1/850,5
R akhir = 3.465/5,3 = 653,774 Ω
Jadi, total resistansinya sebesar 617,856 Ω - 653,774 Ω
Resistor dipasangkan secara bersebrangan.
Pasang LED.
Lilitkan kaki-kaki resistor, yang satu dibiarkan tidak terlilit manapun, dan yang satu lagi dililitkan ke kutub positif LED (kutub positif LED mempunyai kaki yang panjang).
Cek rangkaian tersebut berjalan dengan baik atau tidak, dengan cara menempelkan kutub positif baterai ke resistor yang disambungkan ke kaki LED yang panjang tadi, dan kutub negatif baterai ke kaki LED yang pendek.
Apabila LED menyala dengan baik, mari kita menyolder sambungan-sambungan pada kaki-kaki tadi.
Contoh gambar pemasangan LED :
Hasil rangkaian seri dan paralel yang saya buat pada praktikum kemarin :
Sebelah kiri adalah Rangkaian Seri dan Sebelah kanan ini Rangkaian Paralel.
Kalo dibalik jadi kaya gini, kalo diliat dari belakang, yang Seri yang sebelah kanan dan yang Paralel sebelah kiri. Maaf berantakan :(
Selamat mencoba ya temaaan!!!
Referensi :
http://abisabrina.wordpress.com/2010/08/13/hukum-ohm-dan-rangkaian-seri-paralel/
http://dien-elcom.blogspot.com/2012/09/cara-menyolder-yang-baik.html
http://insyaansori.blogspot.com/2013/03/teknik-menyolder.html
http://dingklikspot.blogspot.com/p/elektronika.html






