Inferior #6
Berangkat dari berbagai kejadian perihal kegagalan, kekecewaan, maupun kekalahan yang menimpa diri. Hidupku stuck banget dalam beberapa bulan kebelakang.
Perasaan minder, merasa tidak berdaya, dan hampir tidak mau menemui orang-orang. Solitude and self-indulgence were part of the self at that time. Actually, I need space to touch a grass for a while.
Melakukan perjalanan solo travelling, berkomitmen dopamine detox selama dua bulan, dan menyapa diri lebih dalam, it's mean a lot to boost my positivity.
Sampai dua hari yang lalu, mentorku menjelaskan bagaimana cara agar berdamai dengan rasa minder. Beliau menyampaikan ayat hiburan langsung dari Allah pada saat kaum muslim kalah di perang Uhud (Q.S Ali-Imran 139)
"Jangan merasa lemah, jangan pula bersedih hati, sebab kamu paling tinggi derajatnya, kalau kamu beriman"
Merinding banget aku bacanya, Allah se-romantis itu sama hambanya.
Paling mengena lagi ayat selanjutnya Allah bilang "Kalau mendapatkan luka di perang uhud maka mereka juga mendapatkan luka yang sama di perang badar. Kemanangan dan kehancuran itu telah Allah pergilirkan agar mendapatkan pelajaran"
Tulisan ini dibuat untuk diri sendiri, jangan pernah merasa inferior ya. Karena semua ada gilirannya, yakin sama Allah pasti kemenangan akan menghampiri.














