...
"It's impossible", said pride.
"It's risky", said experience.
"It's pointless", said reason.
"Give it a try", whispered the heart.

seen from Italy
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from Slovenia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Indonesia

seen from Ireland

seen from Malaysia
seen from Malta

seen from United Kingdom
seen from United States
...
"It's impossible", said pride.
"It's risky", said experience.
"It's pointless", said reason.
"Give it a try", whispered the heart.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Colors
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
QS Al-Baqarah: 216
Aamiiin :)
In Him, hope is never dead. In Him, love is never lost.
Yasmin Mogahed

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Surely, someday.... :')
The Story of Pencil
Written by Paulo Coelho
Filmed and edited by Seabedrock
Suara dan Diam
Cukuplah secangkir teh menemani kegundahanku malam ini. Aku larut dalam pikiran yang berkecamuk dalam hatiku, hangatnya teh pun tidak terasa di tenggorokanku. Suara yang ingin didengar terlalu banyak, mereka bersahut-sahutan di dalam. Aku berusaha menenangkan dan mempelajari satu per satu suara tersebut.Â
Perlahan terdiam… Tenang…Â
Mereka bersabar menanti giliran berbicara. Ku dapati perbedaan pendapat yang signifikan, mereka semua memiliki alasan yang logis dan bisa dimaklumi. Semua ingin didengar, semua berjuang mati-matian berharap menjadi pilihan untuk diambil sebagai suara yang keluar dari tenggorokanku suatu hari. Saat mereka melakukan perdebatan, aku merasa gelisah, aku bingung sambil berusaha mendengar semuanya… Pelan-pelan ku seduh teh yang sudah tidak hangat lagi, barangkali mereka butuh air karena daritadi ku dengar mereka tidak berhenti bicara…
Tenang lagi…. Kembali terdiam…Â
Sahut pembicaraan pun kembali terdengar, kini lebih tertib...
"Tidak."
"Aku tidak mau"
"Aku tidak tahu, bingung"
"Aku…. mungkin saja mau, mungkin"
"Aku mau, karena mereka pasti ingin aku bilang mau"
"Aku rasa tidak ada pilihan lain"
"Aku masih perlu waktu"
"Apakah tidak ada yang lain?"
"Haruskah sekarang?"
"Aku mau………. tapi………… apakah ini tepat?"
"Tidak mungkin, apa yang akan orang lain bilang?"
"Jika mereka bahagia dan menurut mereka baik, aku mau"
"Jangan sampai mereka sedih atau marah, mungkin aku harus mau"
"Mau bagaimana lagi?"
"Kalau aku mau, bagaimana? Kalau aku tidak mau, bagaimana?"
"Ah aku ingin pergi saja, tidak sampai nalarku"
"Aku takut"
"Aku tidak mau yang ini, aku ingin yang lain"
"Kalau memang ternyata ini….. bagaimana ya?"
"Bolehkah aku diberi waktu lagi?"
"Aku izin, tidak mau membahas ini"
"Sudah, tidak usah terlalu dipikirkan, siapa tahu memang ini"
"Aku rasa ada yang lain!"
"Aku belum siap"
"Sudahlah, serahkan saja pada mereka, sepertinya mereka lebih tahu"
"Hei, apa sih sebenarnya yang kamu inginkan?"
"Yakin? Bagaimana dengan yang lain itu? Apakah masih mungkin?"
"Aku tidak tahu"
"Aku bingung"
"…………….."
"Kenapa harus menghadapi hal ini sih"
"Aku yakin ada yang lain"
"Aku yakin ini bukan untukku"
"Percuma kita berdebat, apakah mereka akan mendengar?"
"Mereka sayang padaku, jadi tidak mungkin menjerumuskanku"
"Percayalah dengan kekuatan yang di atas"
"Jika itu membuat mereka bahagia, pasti yang di atas pun akan memberikan kebahagiaan bagiku… Percayalah"
Pelan-pelan aku mencerna semua yang mereka katakan. Kudapati suara terakhir bertanya, "Sudah bisa memilih suara mana yang akan kau katakan nanti?" Aku terdiam, belum menemukan jawaban. Bibirku selalu membeku setiap ada yang berkaitan dengan ini, namun di dalam sana di hati ini suara begitu ramai bersahutan pendapat.
Malam ini, dalam diam aku tidak lagi bertanya pada mereka. Malam ini, dalam diam aku mulai pasrah. Malam ini, dalam diam aku menyerahkan padaNya. Malam ini, diam mungkin menjadi pilihanku.Â
nash