Feel Free and Enjoy The Challenge
Sedih adalah perasaan yang datang pertama kali saat gw baca chat dari saudara-saudara gw saat malam itu. Malam itu, gw cuma bisa membaca dengan seksama tanpa bisa memberikan pendapat gw. Mungkin karena terlalu sedih, atau mungkin karena gw engga ngerti sebenarnya ada apa dengan semua ini, atau bisa juga gw yang sudah tidak peduli dengan keluarga ini.
Selama ini, bisa dibilang gw masih belum memberikan apa-apa untuk perhimpunan ini. Sejak gw kuliah, gw memang lebih banyak menghabiskan waktu gw di kampus. Tapi setelah melihat percakapan malam itu, gw merasa bahwa perhimpunan yang selalu gw banggakan ini telah jauh berbeda. Amat sangat jauh berbeda.
Gw besar di perhimpunan ini, gw mendapatkan banyak pelajaran yang sampai hari ini gw implementasikan dalam kehidupan sehari-hari gw dari perhimpunan ini. Pelajaran-pelajaran yang engga akan pernah bisa ditemukan jika hanya duduk di ruangan mendengarkan guru menyampaikan pelajaran fisika, biologi ataupun matematika. Perhimpunan ini telah memberikan dan menanamkan nilai-nilai positif dalam diri gw.
Apakah semua itu sudah berubah?
Apa yang salah dengan perhimpunan ini? Apakah sistem perhimpunan yang diterapkan tidak cocok untuk teman-teman di SMA, apakah karena sistem pendidikan formal yang telah mengekang kreatifitas teman-teman SMA dalam berkegiatan? Atau kah karena memang tidak adanya niatan teman-teman untuk mencari dan mencoba untuk menyelami lebih dalam kegiatan ini?
Saat ini, memang perhimpunan ini lebih teratur bila dibandingkan saat gw masih SMA. Banyak sistem yang diadopsi dari organisasi-organisasi lain dan telah dicoba diterapkan ke dalam perhimpunan ini. Menurut gw, ini salah satu bentuk usaha agar perhimpunan ini dapat lebih baik lagi. Namun perlu dicatat apakah dengan adanya perubahan ini, dapat diikuti oleh teman-teman yang notabene nya masih berstatus pelajar SMA? Apakah tidak terlalu menjadi kaku dan formal?
Gw sangat menyadari bahwa perhimpunan ini berkegiatan dibidang yang amat penuh dengan resiko dan engga jarang kalo nyawa ditaruh sebagai taruhannya. Maka memang perlu diadakannya sebuah kegiatan pembinaan agar kita tidak mendapati pada keesokan harinya di media kabar terdapat berita kematian salah satu anggota kita ketika sedang berkegiatan. Kegiatan pembinaan inilah yang harus sama-sama kita rumuskan bersama.
Banyak pihak yang menilai, dengan adanya beberapa perubahan ini yang menjadi korban adalah teman-teman SMA. Menilai bahwa kegiatan pembinaan yang saat ini sedang dilaksanakan terlalu kaku, terlalu membebankan dan mengambil kesempatan teman-teman SMA untuk berkreatifitas. Kita harus melihat kebenarannya. Apakah benar itu yang dirasakan oleh teman-teman di SMA?
Sebenarnya, ada yang lebih gw takutkan dibandingkan dengan kekakuan atau membebankan teman-teman di SMA. Gw lebih takut dengan kenyataan bahwa teman-teman di SMA udah engga berniat untuk berkegiatan di perhimpunan ini. Entah alasannya berbenturan dengan kesibukan akademik atau apapun. Bahkan bisa jadi alasannya adalah kekakuan sistem yang diterapkan. Ya siapa tau kan?
Jika memang alasannya adalah sudah tidak adanya keingingan teman-teman di SMA untuk berkegiatan di perhimpunan ini, gw rasa ketika nanti 2 atau 3 tahun lagi perhimpunan ini akan mati suri. Kenapa mati suri, karena sudah tidak adanya regenerasi sedangkan tetuanya berapi-api. Sehingga pada akhirnya perhimpunan ini akan berakhir, tamat!
Gw nulis ini sama sekali engga memihak pada siapapun, ini murni pemikiran diri gw sendiri. Jika memang ingin adanya sebuah perubahan, kita harus sama-sama terbuka dan berbicara. Berkomunikasi dalam satu forum secara langsung.
Sehingga tidak ada yang memaksakan kehendak, merasa sia-sia, beralasan akademik bla.. bla, ataupun berpendapat kita ini keluarga jadi engga perlu terlalu kaku.
Mungkin kurang pas ya tulisan ini dibuat oleh orang yang jarang ikut berkegiatan, tapi ini salah satu bentuk kegelisahan dan keinginan gw supaya SS itu engga kaya gini terus-terusan. Klasik banget yang kaya gini tuh. Dan satu lagi, “why are you so serious?” bukannya jelas ya di baju kita itu ada tulisan :
FEEL FREE AND ENJOY THE CHALLENGE