Ngedit Film? Makanan apa itu? (Part 6)
Berbicara soal editing film, pasti tidak akan jauh-jauh dari 'struktur dan dramatika editing'. Agar penyampaian rangkaian adegan menjadi menarik untuk ditonton, maka perlu dilakukan penataan dramatika shot demi shot. Nah dalam penentuan dramatika inilah diperlukan struktur editing. . Struktur editing meliputi seleksi akting, emosi, dan transisi. Ketiga hal ini perlu diperhatikan oleh editor dalam membaca visual dan menentukan intensitas tinggi rendahnya dramatika editing, sehingga dapat menentukan komposisi editing film yang tepat. . Dramatika cerita akan lebih terjaga intensitasnya apabila terdapat acuan yang digunakan, selain itu struktur dramatika ini akan memudahkan editor dalam proses editing (terutama editing film non-naratif yang notabene tidak ada editing script nya). . Lalu apasih yang membuat hasil editing bisa menarik sehingga filmnya bisa dikatakan bagus menurut penonton pada umumnya? . Satu. Planting information. Tiap adegan sebisa mungkin memunculkan informasi baru ke adegan berikutnya. Ketika ada planting information maka penonton akan penasaran dan menantikan adegan demi adegan berikutnya. . Dua. Mau ngomongin apa?. Tapi harusnya semua editor pasti ngerti deh filmnya yang akan di edit mau ngomongin tentang apa? Mau bahas masalah apa? Dan sebagainya.π π Ketika editor mengerti dasar ini, maka akan memudahkan dirinya untuk menyusun editingnya akan gimana dibuat seperti apa. . Tiga. Deskripsi. Gak mungkin tiap shot yang diambil sutradara tanpa ada alasan. Pastinya sutradara akan memikirkan shot yang dibangun ini untuk menggambarkan tentang apa. Nah peran editor adalah bagaimana menyusun shot demi shot agar bisa mewakili deskripsi tentang sesuatu hal. Entah itu suasana, lokasi, waktu, dan sebagainya.
















