Tips menggunakan IR thermometer
Taukah anda jika pengukuran temperature adalah pengukuran yang paling sering dilakukan oleh manusia. Temperature sendiri merupakan sebuah indikator yang paling efektif dan efisien untuk menentukan apakah suatu sistem berjalan dalam kondisi normal atau tidak. Misalnya ketika kita sedang sakit, maka indikasi pertama yang selalu menjadi acuan adalah suhu badan. Demikian pula dengan perangkat-perangkat elektrik maupun mekanik. Adanya sesuatu yang abnormal dapat dengan mudah diketahui melalui temperature permukaan dari perangkat tersebut.
Pada beberapa tahun belakangan, pengukuran temperature telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Pengukuran temperature tak lagi mengharuskan terjadinya kontak langsung dengan obyek ukur. Perangkat non contact ini dikenal dengan instilah infrared thermo meter. Selain mampu mengukur suhu permukaan dengan cepat, pengukuran dengan menggunakan IR thermometer terbukuti lebih aman. Hal ini tentu memberikan banyak benefit ketika kita harus mengukur objek-obyek berbahaya yang sepertinya mustahil untuk di sentuh. Sebut saja perangkat seperti  transformer, switch gear, busbar maupun  cairan kimia.
Hanya saja, tak sedikit yang berpendapat jika pengukuran menggunakan IR thermometer memiliki tingkat akurasi yang rendah. Bahkan beberapa engineer sepertinya tak pernah percaya dengan hasil pembacaan IR thermometer. Benarkan pembacaan IR thermometer tak dapat dipercaya?
Ternyata pendapat tersebut tak sepenuhnya benar. Faktanya, sebagian besar kesalahan pembacaan adalah karena operator memang tak memahai cara kerja IR thermometer. IR thermometer merupakan alat yang mampu menterjemahkan radiasi inframerah yang dipancarkan oleh suatu benda untuk kemudian di tampilkan nilai temperature dari benda itu . Singkatnya, perangkat ini bukanlah thermometer demam  yang seperti  tak memiliki syarat dan ketentuan pembacaan. Tentu anda haruslah memahami seperti apa cara perangkat ini bekerja. Untu kitu, perhatikan setidaknya 2 parameter berikut :
1. Material bahan obyek ukur
Setiap bahan akan memancarkan radiasi inframerah dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan perangkat pembaca seperti IR thermometer harus menyesuaikan diri dengan jenis bahan yang akan ditantangkap radiasinya. Untuk itu, setiap perangkat IR thermometer pasti dilengkapi dengan setting emmisivity. Nilai emissivity sendiri berkisar dari 0 hingga 1. Anda dapat melihatnya di table emmisivity yang biasanya disertakan pada manual book.
 2. Perbandingan Distance : Spot
Ini penting untuk anda perhatikan. Perhatikan sinar laser berwarna merah yang biasanya menjadi indicator. Ingat, titik berwarna merah tersebut bukanlah titik pengukuran. Titik tersbut adalah laser yang menandakan pusat lingkaran dari yang akan dibaca oleh sensor. Untuk itu, perhatikan spesifikasi perbandingan distance : spot yang biasanya tertera pada setiap IR thermometer
Misalnya kita memiliki thermometer dengan spesifikasi D: S = 12: 1
Secara sederhananya, spesfikasi 12: 1 menyatakan ketika thermometer mendeteksi objek pada jarak 12 cm, maka pola lingkaran yang akan terdeteksi memiliki diameter 1 cm.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut
Adapun area yang akan terukur adalah rata-rata suhu permukaan yang ada didalam lingkaran tersebut. Pada awalnya, beberapa alat ukur hanya menggunakan 1 pointer laser yang menyatakan titik pusat lingkaran. Dengan demikian, agak sulit bagi kita untuk menentukan dimana batasan terluar yang mampu di deteksi. Pada perkembangannya, beberapa IR thermometer kini dilengkapi dengan 2 bahkan hingga 8 laser pointer. Laser tersebut menandakan bagian terluar dari area lingkaran.
Gambar A IR thermometer dengan 1 laser pointer dimana pointer menandakan titik pusat lingkaran. Gambar B adalah IR thermometer yang dilengkapi dengan 2 laser pointer. Kedua laser tersebut menandakan bagian terluar dari lingkaran.











