Beberapa kali saya menemui fenomena ini,ya mahasiswa harus menemui dosen penguji untuk konfirmasi dan mengajukan revisi proposal atau revisi hasil sidang. Nah,curhatan dari mahasiswa bimbingan saya sering berisi itu, segan awalnya, malu-malu,sampai terkesan takut kalau berangkat menemui dosen penguji. Serem katanya. Takut salah lagi. Hm,ya wajar. Saya dulu juga gitu. Hahaha,lha ketemu dosen pembimbing aja deg-degan. Wkwkwk,malah lebih serem daripada penguji rasanya.#ups Hal ini memang wajar kok,mungkin malah bagi yang tak merasakan perasaan seperti itu berarti sudah oke banget,tahan mental dan tahan banting banget. Ya, semua itu juga butuh proses. Padahal kalau dipikir-pikir dan dirasa-rasa,sosok dosen penguji itu baik banget. Mereka beneran bisa tahu salah dan celah kekurangannya di mana, lalu menyampaikannya ke kita#sokbijak. Coba kalau beliau ga mau ngomong,ahhhh,susah juga nebak. Lha draf proposal atau skripsi yang terkadang kita sendiri tidak mengecek berkali-kali,malah beliau yang menemukan typo di mana-mana, salah penulisan awalan atau kata depan di, atau istilah asing harus tercetak miring dan kesalahan dalam menjabarkan isi. Hm,saya jadi penasaran,kalau saya jadi dosen penguji gitu. Mahasiswa segan atau takut gitu gak ya?Hahaha,masang tampang serem.-_-" memang udah gini juga, kesalahan sepele pun bisa jadi masalah. Misalnya kesalahan pola eksperimen,kan fatal.T_T. Ya sudahlah,dijalani aja ya semuanya,toh memang harus dilewati. Ujung-ujungnya ketakutan mereka tak terbukti,hahaha. Sudah takut maju revisi,lha pas ketemu dosen penguji,langsung di-acc. So sweet kan ya. ^_^ Semangat S.Kom teman-teman....#masihmuda See you