PRESS RELEASE: AKSI MENGECAM MATINYA PENDIDIKAN DI UNPAD PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Pada tanggal 2 Mei 2017, tepatnya pukul 13.30 KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat Sosial Medik, Komisariat M. Natsir, dan Daerah Sumedang melakukan aksi untuk mengecam tindak kriminal kampus yang membiarkan ke-tidak-becus-an dalam menjalankan sistem birokrasi pendidikan di Unpad. Tanggal 2 Mei yang biasa kita peringati sebagai hari pendidikan nasional mendorong massa aksi Kammi untuk turun menyampaikan tuntutan kepada rektorat diselingi dengan ajakan kepada civitas akademik Unpad untuk sama-sama merasakan keresahan yang ada dengan membagikan permen ditambah dengan beberapa 'prestasi' yang telah unpad raih selama beberapa tahun ini .
Terdapat 4 sikap pengecaman yang diusung aksi untuk unjuk rasa ini. Seperti, (1) menuntut pihak rektorat membuat pernyataan maaf kepada mahasiswa terkait ketidakbecusan pengelolaan PTN-BH yang merugikan mahasiswa, (2) menuntut pihak rektorat untuk memaparkan informasi secara jelas terkait pendanaan kegiatan mahasiswa, (3) menolak upaya pelemahan pergerakan mahasiswa Unpad dengan motif apapun, dan (4) menuntut Rektorat untuk serius dalam menyelesaikan masalah yang berada di Unpad, terutama terkait status PTN-BH dan transparansi keuangan Universitas Padjajaran.
Upaya-upaya pengecaman dari berbagai pihak badan organisasi yang ada di Unpad pun sebelumnya telah mengeluarkan suara-suara yang harus didengar oleh pihak rektorat. Seperti pada bulan April lalu BEM Kema Unpad mengadakan konsolidasi pertemuan dengan “sang bapak” Unpad yang dihadiri oleh seluruh masyarakat padjadjaran dalam 2 pertemuan, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan yang diterima oleh kami sebagai masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung kepada pihak penguasa Universitas Padjadjaran.
Aksi kali ini adalah bentuk kecaman keras kami akan kekacauan yang terjadi di Unpad dan juga sebagai bentuk memperingati hari pendidikan nasional bahwasanya pendidikan di Unpad telah mati.
Bersama ini, kami menyeru kepada seluruh mahasiswa Indonesia, khususnya keluarga besar Universitas Padjadjaran untuk bersama-sama memberikan suaranya dalam pengecaman pendidikan yang mati di Unpad, mendesak kepada pihak rektorat untuk merelisasikan tuntutan mahasiswa dan segera menghentikan segala bentuk tindak keadilan yang ada di dalam kampus padjadjaran ini.
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
Jatinangor, 2 Mei 2017 Hormat kami,
KAMMI Sosial-Medik Unpad














