Iβm not okay and itβs okay! Akhir2 ini aku sempet mental breakdown karena burn out, sampai heartburn berhari2 akibat GERD kambuh. Padahal sejak diopname terakhir kali tahun 2013, aku hampir ngga pernah ada keluhan GERD lagi dan ngga pantangan makanan. Kalau dirunut, penyebabnya kelelahan fisik dan psikis yang menumpuk karena: - Second wave pandemi covid yang semakin ngeri (ini di luar kontrolku tapi tetep aja ngefek ke psikisku). - Banyak saudara & teman terpapar covid, tak sedikit yg meninggal π - Beberapa yg terpapar itu akibat orang2 sekitarnya covid tapi ngga taat prokes, dikasitau lebih galak π€¬ - Mertua serangan jantung (lagi) dan ICCU di RS beberapa hari (untung masih dapet kamar!) - Mama yg udah lansia tinggal sendiri di pemukiman padat penduduk yg no social distancing & pada ga prokes, belum berhasil bujuk untuk ngungsi. - Persiapan sidang tesis hari Senin - Tugas-tugas sertifikasi konselor. - Buku #TRML yg belum terbit2 juga. - Ga ada jatah #pacaranmingguini karena sama2 sibuk berat dan PPKM. - Dan masihhh banyak lagi π Padahal aku paham banget harusnya ngga usah mikirin apa yg ga bisa dikontrol, dan fokus pada apa yg bisa dikontrol. Tapi tetep aja... βkena mentalβ kalo kata netijen π° Yang aku rasakan saat itu adalah: super duper males ngapa2in, cuma gegoleran di kamar, ngga mandi berhari-hari, bahkan ga semangat ngerjain hal2 yg biasanya aku suka π« Aku tanya ke sahabat2ku dan teman2 di grup @gengijo.id : apa yg kalian lakukan kalo burnout? Jawaban dari teman2 langsung aku praktekin hari itu juga, dan membuat aku merasa lebih baik. Aku rangkum semuanya di carousel berikut ini. Swipe left sampai habis, like and share kalau kamu rasa bermanfaat! Semoga kita semua bisa tetap waras yaa π€ https://www.instagram.com/p/CRF_UfWhbX4/?utm_medium=tumblr