📖 : Babel - R.F. Kuang
seen from Malaysia
seen from Russia

seen from Brazil
seen from China

seen from Brazil

seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from Russia
seen from China
seen from Brazil
seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Belgium

seen from United Kingdom
seen from Moldova

seen from Costa Rica
seen from Brazil

seen from Brazil

seen from Singapore
📖 : Babel - R.F. Kuang

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
📖 : Alok - Arie Saptadji
“Bisa jadi orang tak pernah benar-benar melepas duka, hanya mengolahnya menjadi tembang-tembang yang digumamkan pelan-pelan hari demi hari.” —hal.24
📖 : Halte Alam Baka - Kai Elian
“Sulit menyelesaikan maraton yang melelahkan jika kita tidak tahu apa yang ada di garis finish. Terkadang, hanya di ujung sana, sudah cukup membuat orang-orang untuk terus melangkah maju meski berat. Orang-orang sudah tahu tentang kekuatan cinta, tetapi sering melupakan harapan. Harapan adalah sumber penyemangat yang sungguh hebat.” —274
…mungkin Mahesa sedang merokok menghembuskan asap-asap pikirannya sendiri yang tak berwujud, tak sadar bumi sedang berputar di bawah kakinya menelan ia. —69
📖 : Satine - Ika Natassa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
🗃️ : favorit di Desember 2025.
Ga ada hal baru yang istimewa setahun ini. Setiap weekday selalu terasa panjang, ingin segera jam lima sore agar pulang kerja atau ga sabar menunggu weekend agar libur, padahal di waktu luang tidak banyak rencana yang akan dilakukan juga. Intensitas tangisan sebulan terakhir ini ga begitu banyak, tapi masih ada. Masih selalu datang tiba-tiba di sela lamunan yang berisikan residu emosi negatif yang tertumpuk lama. Katanya alam menarik energi yang sama dari dalam diri kita. Pikiran dan perasaan positif tentu akan menarik energi baik, dan aku selalu mengupayakan itu setiap harinya.
Yang disukai di bulan Desember :
1. Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery
Film detektif Benoit Blanc ketiga ini jadi yang paling terfavorit dari serial Knives Out. Misteri pembunuhan yang lebih dark tapi agak melankolis, mengingat banyak membahas tentang iman, doa dan pengampunan. Masih ada selipan komedi yang bikin ngakak karena lucunya natural. Film bagus ini harusnya ditonton di bioskop sih :)
2. Yogyakarta - Maudy Ayunda
Soundtrack dari Jejak Rasa Nusantara karya Garin Nugroho. Baru tahu ternyata lagunya remake dari Kla Project yang dirilis tahun 1990. Sayangnya sampai aku ketik tulisan ini, film pendeknya belum bisa ditonton lewat streaming.
3. Satellite - Sunset Rollercoaster, Leah Dou
Bluebird jadi track pertama yang aku tahu dari Quit Quietly ini. Langsung suka dan berimbas nyari foto di galeri buat diupload ke instagram, hanya untuk menyisipkan lagunya. Lalu aku dengarkan semua track dan yang kesembilan jadi terfavorit ; Satellite. Such a dreamy and nostalgic song.
“You’d better go. Floating to the unknown. Forever on your own”
4. Reply 1988 - 10th Anniversary
Drama yang rilis tahun 2015, dulu nonton ilegal di situs yang subtitle-nya harus diunduh terpisah. Jadi drama terlucu sekaligus tersedih, sampe akhirnya populer lagi di era covid. Nonton ulang deh secara legal di Netflix. Merayakan 10 tahun, slot acara akhir tahun Na-PD diambil sama main cast Reply 1988. Masih ada episode baru di awal januari, ga sabar!
5. Hyehwadong - Ssamundong Squad
Yang spesial dari drama 1988 selain isi cerita yang realistis atau fashion trends sampai set lokasi dan barang-barang yang akurat tiap detailnya, adalah : soundtrack. Favoritku sebetulnya A Little Girl (소녀) versi OhHyuk, tapi Hyewadong juga suka! Dari intronya langsung terbayang ke visual gang Ssamundong dan gengnya yang ada di sana. Merasa tumbuh bareng bersama mereka<3
6. Stranger Things - Season 5
Season terakhir dari series yang paling ditunggu kelanjutannya. Sambil nunggu volume 2 sempat rewatch dari season pertama (nangis lagi di episode terakhir season 3 ; surat dari Hopper).
Setelah tiba di tanggal 26, ternyata plot cerita yang dikasih ga sangat jauh di bawah ekspektasiku. Do i like it? No. Do i hate it? Not really. Ada banyak bagian yang aku suka. Steve dan Dustin, Lucas dan Max atau adegan un-proposal Nancy dan Jonathan. Kalo buka internet tentu banyak banget yang review jelek soal beberapa scene di episode terakhir. Tentu sama keselnya, apalagi ini season terpenting karena menutup cerita yang udah diikutin selama 10 tahun (well actually I knew this series in 2018). Tapi tetap udah invest waktu banyak bukan, hufttt.
Sisa satu episode finale yang udah ga diharapkan lagi soal plotnya mau dibawa ke mana, terserah Duffers dan Netflix aja :)
7. Putbal - Pandji Pragiwaksono & Ustad Felix Siauw
Konten ustad Felix Siauw selalu jadi pilihan pertama kalo cari kajian ringan yang bisa didengar selagi kerja. Dari segmen ini kayanya ga akan kehabisan konten beliau sampe ramadhan nanti, semoga langsung disambung dengan Escape.
8. Kokokan Mencari Arumbawangi - Cyntha Hariadi
Sejak bulan februari, reading slump cukup betah tinggal sampe tahun berakhir. Merasa banyak beli buku, tapi pas cek goodreads ternyata yang kubaca sampai selesai hanya 5 buku. Lima. Dalam satu tahun. Masih selalu bawa buku ke kantor meskipun cuma dibaca satu bab, itu pun sekali dalam seminggu.
Buku ini ngasih cerita yang manis sekaligus getir. Sebuah dongeng dari tanah Bali. Ga nyangka isinya cukup relevan dengan yang sering aku dengar soal keadaan tanah air saat ini. Tentang bagaimana para oknum yang ‘merampas’ tanah warga, membangun sesuatu yang menjadi ladang jual beli mereka. Lupa bahwa di tanah itu telah tumbuh sesuatu yang dibutuhkan banyak orang agar tetap hidup. Prolognya menarik : di tengah malam Kakaputu dan adiknya Arumbawangi menguburkan jasad ibunya, Nanamama.
———
Besok tahun baru, 2026. Semoga banyak kejutan baik yang bisa aku bagi rasa senangnya ke orang-orang terdekat. Mari kita berbahagia<3
🗃️ : favorit di November 2025. Seperti banyaknya hari-hari yang lalu, bulan ini masih dibalut kesedihan, perasaan bingung dan takut soal keputusan yang akan diambil, juga banyaknya tangisan di malam sepi sebelum tidur. Tapi masih ada perasaan bersyukur yang hadir selagi mengingat kalau aku masih dikelilingi teman baik. Dari ajakan impulsif untuk selalu beli kopi susu, atau dari duka lama yang mulai dijadikan bahan becanda. Ada juga perayaan kecil yang aku ikut disertai di sana. Alhamdulillah.
Setiap harinya diselingi konten—untuk hiburan semata—agar ga kesepian, agar hari yang dilalui ga terasa begitu lama. Di antaranya ternyata banyak yang aku suka, yaitu :
1. Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-orang Biasa Lainnya
Bergelut dengan reading slump berbulan-bulan, akhirnya coba untuk mulai baca lagi. Kali ini pilih buku baru dari Reda Gaudiamo karena isinya kumpulan cerita pendek, lebih mudah dihabiskan daripada novel atau buku tebal lainnya. Langsung aku tambahan ke rak buku online alias goodreads, jadi buku keempat yang kubaca habis di tahun ini.
2. Film Pangku - Reza Rahadian
Hasil dari dengerin beberapa podcast dari Reza Rahadian soal premis film debutnya yang bikin aku tertarik langsung ke bioskop terdekat untuk nonton ini. Impresi soal film ini udah aku tulis di letterboxd.
3. Na PD’s Game Caterers
Konten dari Channel Shiboya terfavorit, akhir tahun biasanya selalu ada segmen ini. Guest kali ini dari JYP di akhir Oktober dan dengan aktor vs idol dari Kingkong-Starship di bulan November. Makasih Na-PD dan tim yang udah banyak lembur buat mikirin game baru, edit video tiap member, atau ngasih subtitle secepatnya biar ga diteror fans lewat komentar. Sebulan ini ga bingung deh buat cari tontonan di jam makan siang.
4. Frankenstein - Guillermo del Toro
Loveeeee it!!! Dibuat amazed di Part 1 - Victor’s Tale, gimana sebuah duka dan ambisi bisa ngedorong Victor buat merealisasikan ide gilanya. Di Part 2 - Creature’s Tale malah ga nyangka akan dibuat senangis itu. Bagian di mana si monster tinggal bareng kakek buta dan belajar jadi manusia, lalu ditinggal mati dan hidup sendirian dibalut kesepian. Setelah cari tahu soal asal mulanya, dia datengin Victor. Bukan untuk marah tapi begging biar bikin 1 makhluk kaya dia. “We can be monsters together” katanya, dengan senyuman pilu. Juga di ending ketika mereka akhirnya saling menerima dan memaafkan, si monster dengan legowonya mau melanjutkan hidup, bantu ngedorong kapal biar kapten dan para awak bisa berlayar, lalu jalan sendirian menuju matahari pagi…. ugh I CRIED A LOT.
5. Raditya Dika x Ryan Keswani
Salah satu podcast indonesia teratas yang aku selalu dengarkan ; Raditya Dika. Narasumber yang dia undang selalu dari berbagai profesi. Episode dengan dokter Ryan Keswani yang pertama masih menjadi yang paling disukai dari channel ini. Apalagi karena ditemani Pandu yang nambahin bumbu komedi dengan pertanyaan lawaknya. Topik yang dibicarain adalah tentang otak dan neuroscience, tapi ga kerasa berat karena dijelaskan dengan kalimat yang sederhana.
6. Going Seventeen - Chat Chat
Episode pertama Going Seventeen tahun ini tayang sejak bulan mei. Ga seperti biasanya yang langsung aku tonton di minggu yang sama dari hari rilis, kali ini anehnya ga begitu ngikutin setiap minggunya. Mulai nontonin lagi pelan-pelan, lalu suka dengan episode ini yang isinya cuma obrolan biasa semacam podcast pada umumnya.
7. Sampai Jumpa - Afgan
Huwaaaa… dikasih epilog kisah Niki-Nata dari pemeran utamanya langsung. Teringat lagi deh betapa sukanya dulu aku dengan Refrain. Putar ulang filmnya di laptop sampe familiar dengan beberapa dialog dan hafal lirik Refrain yang dinyanyiin Nata di Vienna. Lalu sempat dikasih novelnya, dua. Satu dengan sampul amplop biru dan satunya edisi sampul poster film—terima kasih yaa. Bukunya dibaca ulang dengan hati-hati biar masih terlihat seperti baru.
Track ini kayanya akan sering diputar selama akhir tahun. Video musiknya juga akan ditonton ulang, apalagi di adegan catch up. Liriknya sendu dan tatapan Nata sangat merangkum seluruh isi lagu. Terima kasih untuk Maudy yang rela sempatkan waktunya untuk kembali menjadi Niki. Kesenangan yang dibalut sisa-sisa harapan biar Afgan rilis Refrain versi studio. Lalu Niki-Nata muncul kembali dengan episode baru.
👦🏻 : Jojo dari buku Kokokan Mencari Arumbawangi.
"Ia tidak sakit, tapi berduka. Ia tidak lemah, hanya merana. Hatinya sendiri membuat ia bingung, tidak pas di mana-mana, kocar-kacir seperti teka-teki potongan gambar yang tidak selesai-selesai." —hal. 85 "Tapi ia ingat, dulu juga ia sehat dan kuat sebelum terkena penyakit akut yang bernama duka. Alangkah membosankan sakit. Lebih tepatnya—alangkah membosankan berduka tanpa ujung! Seperti jatuh ke dalam lubang yang dalamnya kita gali sendiri, sampai orang yang kita tangisi mengasihani kita." —hal. 148