Sebenernya gue juga ga ahli atau paham banget sama ranah politik. Gue hanya seorang pemudi yang keusik kenyaman tentang pahamĀ āBhinneka Tunggal Ikaā yang dari kecil sudah di ajarkan di bangku sekolah. Di badan gue ajah sudah ada keāBhinnekaāan sendiri. Yup! di darah gue ada darah Thiong-Hoa dan Jawa tulen.Ā
Mimpi gue tentangĀ āBerbeda-beda tetapi satu juaā hancur dengan isi linimasa sosial media gw yang juga berantakan seketika. Kelompok X meneriakan kelompok Y, kelompok Y bilang mereka yang benar kelompok X meradang. Begitu terus (sampai saat gue bikin tulisan ini). Gemes banget rasa-rasanya pengin cepet-cepet selesai urusan pilkada ini.Ā
Gue sendiri sangat berusaha buat ngerti temen-temen atau kerabat yang beda pilihan dengan gue. Kenapa? Karena yang gue tahu, pilihan itu ga bisa dipaksakan. Sama kaya ketika gue pengin sarapan bubur temen gue pengin sarapan mi rebus. Bebas. Yang penting sama-sama makan. Bukan saling makan.Ā
Kenapa harus saling mencaci maki? Me-lebeli kelompok atau golongan tertentu? Kenapa begitu sulit buat hidup berdampingan dengan mereka yang berbeda? Terus buat apa dulu pejuang kita menambahkan kata-kataĀ āBhinneka Tunggal Ikaā di simbol negara Pancasila? Kenapa harus ada mayoritas dan minoritas kalo pada akhirnya sama-sama tidak akan bernyawa? Toh, urusan akhirat bukan dari lebel keyakinan atau golongan bukan? Akhirat itu hanya Tuhan yang berhak memutuskan bukan kita manusia-manusia yang penuh rasa serakah, iri, dengki, dan sombong.Ā
Urusan agama ataupun ibadah seseorang bukankah urusan pribadi masing-masing? kenapa harus terusik keyakinan kita dengan kayakinan orang lain? Apa karena segitu hebatnya keyakinan orang lain atau lemahnya keyakinan kita sehingga takut goyah?Ā
Kenapa menjelang pilkada ini banyak banget yang berbau SARA? Manusia lain sudah sibuk mempersiapkan tinggal di planet lain dan kita masih ribut urusan SARA? Yakin ga mau ngeributin urusan yang lain? Capek tau liat tiap hari di linimasa isinya begitu-begitu terus. urusan agama seseorang jadi urusan agama orang banyak. Kalau emang udah bener urusan agamanya ga usah takut harusnya dengan agama orang lain. Gak usah teriak-teriak yang gak sepaham kafir. Karena, surga atau neraka hanya yang bersangkutan yang akan menikmatinya kelak. Ā














