Bukti Bergantung ?
One Day One Wisdom
late post --> Ramadhan #Day15
By: Lika Lulu - FIM 13
Salah satu pekerjaan yang tidak bisa dimanipulasi di dunia ini adalah pekerjaan hati. Contohnya niat dan ketulusan, bukankah itu pun pekerjaan hati?
Kabar baiknya hanya 2 yang bisa mengetahui isi hati. Kita sendiri dan Allah SWT, seperti yang tertulis dalam surat cintaNya : " Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha mengetahui segala isi hati." ( Q.S.Al-Mulk : 13)
Kenapa kabar baik?
karena hakikatnya hati memiliki sifat yang mudah terombang-ambing butuh sesuatu yang sifatnya lebih stabil untuk bersandar, untuk bergantung, jadi ciri khas manusia punya ketergantungan. Jika bukan bergantung pada Allah, maka dipastikan akan bergantung pada selain Allah.
Saat kondisi hati bergantung pada selain Allah, kita masih diberi kesempatan untuk turn back ke Allah tanpa perlu konfirmasi pada siapapun. Karena hanya kita dan Allah lah yang tau isi hati, romantis bukan? atau saat ternyata niat tidak lurus, atau hati sedang terjangkit penyakit, kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat, menyucikan hati dan langsung kembali pada Allah, tanpa perlu laporan pada siapapun hati kita sudah bersih atau masih kotor.
Lalu apa bukti kita bergantung pada Allah?
Misalnya saat dihadapi dengan masalah yang pelik, mencari jalan keluar sampai jungkir balik jumpalitan tapi tetep ga nemu solusinya, apa yang kita lakukan sebagai wujud kita bergantung pada Allah?
Bukti bergantungnya kita pada Allah dengan meminta, memohon, berdoa pada Allah. Percayalah, Allah itu dekat! siapa bilang? Allah sendiri yang bilang : "ketika hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran" (Q.S.Al-Baqarah : 186)
Hidup ini terlalu singkat untuk kita berburuk sangka kepada Allah, yakinlah kalau Allah mengabulkan setiap doa-doa. Tapi jangan sampai berpikiran sempit, kita mintaa terus kemudian hanya berdiam diri di kamar, tidak melakukan upaya apapun, itu pemahaman yang amat keliru. Berusaha, berikhtiar itu penting sebagai wujud ibadah kita pada Allah.
Semoga setelah kenalan sama Hati dan kecenderungan kita sama Allah, semakin membuat kita sadar kalau kita butuh banget Allah. “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.
Jadi hati kamu bergantung ke siapa?
semoga ini jawabannya : " Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (Q.S. Al-Fatihah : 5 )
catatan : Allah Maha mengetahui segala isi hati, yuk jujur! minimal sama diri sendiri, tahap awal untuk mulai aware dan menerima petunjuk-petunjuk Allah.
Wallahu’alammu bisshawab
Buka Hati, Maknai Langkah untuk Hijrah Tiada Henti















