WHO menyarankan untuk menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 sampai 3 meter, terlebih jika ada orang yang batuk dan bersin.⣠⣠"Kanapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan droplet atau tetesan cairan kecil yang keluar dari hidung atau mulut, yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang batuk atau bersin, Anda bisa menghirup droplet itu, termasuk virus corona jika orang tersebut positif Covid-19," tulis WHO dalam keterangannya di situs resmi.⣠⣠Secara teoritis virus itu dapat bertahan selama tiga jam dalam tetesan cairan yang ada di udara, dapat ditularkan melalui permukaan yang terkontaminasi, dan mudah menyebar melalui droplet batuk dan bersin.⣠⣠AS mengatakan jarak aman dengan orang lain adalah 6 kaki, atau sekitar 1,8 meter. Jarak aman ini dirancang untuk menghalangi metode transmisi atau perpindahan aerosol dan droplet.⣠Johnson mengatakan, jarak 6 kaki atau 1,8 meter sampai dua meter adalah jarak minimum yang baik dengan orang lain.⣠⣠"Enam kaki (1,8 meter) adalah jarak rata-rata dari terbangnya droplet pernapasan atau batuk. Jika ada orang yang bersin cukup keras atau tidak menutuk mulut saat bersin atau batuk, saya memperkirakan jarak yang aman adalah 10 kaki (sekitar 3 meter). Ini karena partikel droplet itu dapat bergerak lebih jauh," kata Johnson dilansirĀ Live Science, Selasa (31/3/2020).⣠⣠#coronavirus⣠#coviĢd19 #obatcorona #maskercoronavirus #jagajarak #socialdistancing #covidindonesia #coronaindonesian #covid19news #navrinatips #navrinaesthetic https://www.instagram.com/p/CBZqmK9gs6k/?igshid=kes7frug0g4g

















