Kemarin sore lewat di Pantai Losari. Dari kejauhan, Masjid 99 Kubah terlihat suram. Entah kenapa. Mungkin pengaruh cahaya matahari sore dari bagian belakang masjid. Tapi, saya merasa nuansa suram yang terpancar bukan dari bangunan masjid itu saja. Ada semacam perpaduan situasi berkaitan dengan pembangunan masjid, yang membuatnya terkesan murung. Masjid ini mulai dibangun pada 2017. Hasil desain Ridwan Kamil arsitek yang juga Gubernur Jawa Barat. Rencana anggaran pada awalnya 160 Milyar, dialokasikan bertahap setiap tahun melalui APBD Sulsel. Pada tahun 2018, beredar kabar kalau anggaran meningkat jadi 182 milyar. Mungkin karena alasan itulah, Gubernur Sulsel yang baru, Prof. Nurdin Abdullah @nurdin.abdullah , ingin agar ada audit sebelum pembangunan dilanjutkan. Masjid 99 Kubah yang menjadi salah satu icon Makassar dan Sulsel direncanakan dapat digunakan untuk ibadah bulan Ramadhan 2019. Waktu berlalu. Tahun 2020 menjelang. Kabar hasil audit BPKP dan audit fisik Masjid 99 Kubah tidak terdengar. Dalam APBD 2019 dan 2020 tidak ada alokasi untuk penyelesaian masjid yang baru rampung 70%. Beberapa tokoh di Makassar menggalang gerakan Kaukus 99 Kubah, memgajak masyarakat berdonasi untuk menyelesaikan pembangunan masjid. Saya kira, tujuan sebenarnya adalah membangkitkan kepedulian publik terhadap penyelesaian masjid yang terhenti. Membangun masjid di dunia, konon, ibarat membangun rumah di akhirat. Amal jariyah akan terus mengalir. Mudah-mudahan ada kejelasan hasil audit, sehingga Pemprov Sulsel dapat segera alokasikan anggaran. Kan gak enak juga kalau tiba-tiba Gubernur Jawa Barat @ridwankamil turun tangan juga menyelesaikan. #masjid99kubah #makassar #sulsel #ridwankamil #nurdinabdullah #instagrahman (at Masjid 99 Kubah Center Point of Indonesia) https://www.instagram.com/p/CDV063iJSNZ/?igshid=1gfv85ugm0oet













