Sahur ke -6
BismillahiRahmani Rohiim
Alhamdulillah telah sampai lg dipuasa ke 6,MasyaAllah masih diberi nikmat kesehatan untuk mencari Ridho Allah Swt.
Cerita dipuasa ke6 ini adalah tentang seorang tokoh Agama dikampung saya yang lebih tepatnya tetangga rumah
Beliau seorang tokoh agama yang sangat bijak menurut versi saya, pada saat malam hari dimana waktu sholat tarawih berjamaah beliau sudah mengeluh pusing kepada sesama jama'ah sholat, saran salah satu jama'ah ialah menyuruh beliau untuk pulang namun beliau tidak ingin pulang apabila sholat tarawih belum usai dan beliau rasa masih sanggup dan akhirnya beliau melanjutkan sholat tarawih berjamaah dengan kondisi duduk.
Namun pada saat sholat subuh berjamaah beliau tidak sanggup dan hampir semua jamaah mendoakan dan mengantarkan beliau pulang sebab keadaan beliau sudah pucat dan dalam kondisi tidak sadar.
Hingga beberapa menit pukul 05.12 rumah beliau sudah dipenuhi oleh tetangga dan masyarakat sekitar yang mengetahui kondisi beliau dan banyak dari mereka yang menyatakan bahwa beliau "Sakratul Maut".Semua keluarga beliau berkumpul dan melakukan segala macam pengobatan hingga tiba seorang tokoh agama juga yang menyentuh beliau dan mengatakan ini ada kaitanx dengan Jin(Nauzubillah Min Dzalik).
Tepat pukul 05.40,dalam kondisi saya masih tidur habis sholat subuh ibu saya tiba-tiba datang kekamar dengan kondisi melinang air mata, karena ibu orang yang gampang menangis yah saya biasa aja kan, tiba-tiba ibu bilang
Ibu :Nak, bangun tolong periksa bapak Narto (nama tokoh agama yang sakit) beliau sakratul maut
Saya : kenapa sy harus periksa?sy bukan dokter hanya perawat magang yang baru lulus profesi seminggu yg lalu
Ibu : setidaknya kamu periksa dulu lah nafas dan nadinya itu bagaimana, karena banyak yang menyatakan beliau sudah meninggal karena tidak sadar kan diri
Saya : baiklah, tapi sy tidak bisa berbuat banyak bu
Ibu : iya tidak apa-apa
Tiba dirumah beliau,saya sudah melihat banyaknya tetangga dan semua mata tertuju kepada saya dengan serangkai alat tes kesehatan yang saya bawa,saya memeriksa beliau dengan kondisi beliau yang sudah tidak sadarkan diri dan pucat memeriksa segala macam tanda-tanda vitalnya.
Dan ternyata apa yang dinyatakn orang kebanyakan yang datang menurut saya itu salah beliau sebenarnya bukan sakratul maut namun lebih tepatnya akibat begadang saja.
Saya : ibu ini bapak habis begadang yah?
Istri pak narto :iya, memang semalam mengeluh pusing
Saya : makan apa pas sahur tadi?
Istri :makanan biasa saja tidak berlebihan dek
Saya : ada makan yang bersantan?
Istri : iya dek sayur itupun sedikit
Saya : begini bu, bapak tidak apa" hanya saja bapak ini kurang istrahat dan memakan makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan, hasil semua pemeriksaan saya ini Tekanan darahnya hampir 200mmhg jadi wajar bapak pusing berat dan pucat seperti ini karena bapak kurang tidur dan makan juga tidak seharusnya
Untuk saat ini biarkan bapak istrahat saya akan berikan obat minum dosis rendah saja jadi mungkin puasa bapak hari ini harus batal yah bu
Istri : jadi kurang isrtahat saja yah dek? Apa betul begitu? Apa tidak kenapa" ini karena tidak sadarkan diri
Saya : tidak ibu, bapak sadar ini, nafas memang tidak teratur, nadi melemah tapi pupil mata bapak masih Bagus, kenapa matanya terpejam karena akibat ketegangan leher & kepala sakit sekali (otak besar berpengaruh)
Istri : Alhamdulillah saya kira bapak sudah tiada.
Saya : Tidak bu, dengan izin Allah dari hasil tes yang saya lakukan semoga benar dan tidak mungkin alat ini salah, InsyaAllah
Setelah semua itu, hampir semua warga yang datang memberikan senyum kepada saya, Alhamdulillah yanh tadinya tegang tiba-tiba berbaik sangka dan saya bersyukur sebagai petugas kesehatan medik membantu mereka yang membutuhkan terutama mereka yang tidak mengerti tentang kesehatan.
Bulukumba, Sabtu 11 Mei 2019
Rinahs









