Agar tidak terjebak dalam "dark" terciptalah Ode dari saya
Sebatas pemerhati yang lebih peduli ketika melihat sesorang sedang rapuh kemudian begitu mudah jatuh, tergoda kepada badai sepi, kepada merdu bisu, dan kepada buai sunyi.
Dengan indikasi segala laku yang terskenario, seseorang yang berusaha tegar terhadap gentar, meski terlihat sedikit dingin justru tuntutan rasa membuatmu menjadi semakin ingin.
tidakkah demikian?
ingin didengar tapi didengar bukan dengan telinga namun dengan seksama,
ingin dihibur tapi dihibur bukan dengan kata-kata namun dengan senyum mesra,
ingin dipeluk tapi dipeluk bukan dengan raga namun dengan hangat jiwa.
Asumsikan saja sisi keparat itu sedang menunggangi logikamu. Lalu membuatmu terhempas dari dunia yang dipenuhi canda tawa, kedalam neraka berisi duka lara.
Jika didalamnya kemudian kau tak melihat sosok dambaanmu, sosok pujaan yang berusaha menarikmu keluar dari tempat terkutuk itu, janganlah dulu berputus asa karena akan selalu ada seseorang lainya,
seseorang dengan cara dan jalan yang berbeda, berusaha untuk menempuh berbagai usaha tidak biasa dengan maksud sama, yakni menyelamatkanmu juga.
Percayalah, akan selalu ada seseorang yang memperhatikan.
memperhatikanmu dan setiap senyum murungmu, memperhatikanmu juga lengkung mata sayu milikmu, memperhatikanmu serta mimik ekspresi murammu.
yang memperhatikanmu jika setiap kegiatanmu menjadi tingkah laku lesu. meski dia justru memalingkan mata saat tatapnya kepadamu kau sadari, yang kemudian membuatnya tidak berani membalas lagi.
Percayalah dia merutuk, bukan kepadamu, tapi kepada sikap pengecutnya yang tak berani berbuat karena takut kau benci, kau abaikan, bahkan membuatmu semakin terpuruk
dan kepada kebodohannya yang dia tak tau harus bertindak bagaimana, bertindak seperti apa, bahkan sampai bertanya mengapa?
Percayalah dia tetap berusaha menyapamu melalui senyum, melalui tatap, melalui lambai yg baru terlaksana ketika kau telah membelakanginya.
Juga dengan mantra yang dia rapal kepada semesta agar kau segera terbebas dari jerat dan belenggu nestapa.
Dan, ketika semua tolelir itu buyar, segala hal berbau prinsipil tentang maklum luntur, serta jiwa yang membatu perlahan mulai melunak, berdamailah dan melangkahlah untuk terus maju.
sembari menunggu penggemar setiamu bertransformasi menjadi lebih jantan untuk mengutarakan perasaan terpendamnya, atau sosok yang selalu kau dambakan kemudian menghampiri dan mewujudkan harapan-harapan yang hanya kau dan Tuhan yang tau.
Jadi tetaplah menjadi dirimu, yang selalu kuat, selalu riang serta selalu manis dalam keseharianmu, karena mereka sama-sama sedang berusaha untuk membahagiakanmu.
Sincerely From your Admirer.














