Mendiamkan = Bullying = Perilaku Kekerasan (Gangguan jiwa #1)
Hari ini sabtu estafet. Ada kuliah dari pagi jam 8 sampai jam 2 (sebenere jam 5 tapi gak jadi karna alasan malamnya mau dating. Hehe) Kuliah sabtu ini full di isi dengan kuliah jiwa. Ini salah satu Mata kuliah yang di bagi jadi 3 part atau 3 sequel. Bahasan nya full tentang kejiwaan manusia dari yang normal sampai yang gangguan. Skip~ Bukan mau bahas tentang matkulnya. Tapi lebih ke topik yang di dapat hari ini. Ceritanya dosen lagi bahas tentang tema 'Perilaku Kekerasan'. Dari yang dosen sampaikan salah satu bagian dari PK adalah Bullying. Bullying itu juga gak sebatas kita ngeroyok bareng" seorang dengan bentuk kekerasan fisik atau ejekan bertubi" aja, gosipin yang berlebihan itu juga bullying. Nah yang bikin tambah 'nyindir' adalah mendiamkan juga termasuk bullying. Bagaimana bisa? Sama aku juga mikin kenapa bisa mendiamkan termasuk bullying. Kata dosen orang yang didiamkan dia akan merasakan isolasi sosial terhadap dirinya, dia sama aja terintimidasi. Apalagi kalau yang mendiamkan orang yang dulunya deket banget. Tambah bisa bikin stressor khusus bagi si yg di diamkan. Kalau koping (read;adaptasi) si yang didiamkan gak bagus sama keadaan ini bisa berujung pada bunuh diri lho... Kalau cuman menarik diri sih gak masalah kalau sampai bunuh diri, wah... Urusannya jadi beda. Secara gak langsung penyebab si yg di diamkan meninggal karena frsutasi akibat di diamkan. Kalau di Islam kan gak boleh mendiamkan orang lain lebih dari 3 hari -> hadist lho ya, sebabnya adalah bisa berujung pada mendzolimi orang yg didiamkan. Bisa ditari garis lurus. Kalau kamu mendiamkan orang lain itu sama aja kamu lagi mengintimidasi dia dan intimidasi itu bagian dari bullying. Yang lebih parah bullying adalah bentuk perilaku kekerasan. Dan perilaku kekerasan salah satu wujud dari gangguan jiwa. Jadi mendiamkan orang lain itu sama aja dengan kamu lagi 'Gangguan Jiwa'. Dari sini silahkan berfikir lagi kalau mau mendiamkan orang lain. Sebenci dan sejengkel apapun kamu, bukan mendiamkan cara yang di pakai orang yang jiwanya normal. Apapun alasannya mendiamkan itu bukan bentuk solusi dari problem apapun. Solusi dari semua masalah itu satu komunikasi yg baik, bukan mendiamkan. Kalau dalam keperawatan nih yang di intervensi (dilakukan treatment) bukan hanya yang di diamkan tapi yang mendiamkan juga butuh di beri intervensi. Karena justru yang sedang mengalami gangguan dalam jiwanya itu yang mendiamkan. Sekarang waktunya refleksi diri, berapa banyak orang yang telah didiamkan dan seberapa lama? Sebanyak dan seberapa lama itulah gangguan jiwa yang lagi dialami. Buat kamu yang mendiamkan, aku paham kamu sedang mengalami gangguan jiwa. Dan semoga ada terapis yang mau menghilangkan gangguan jiwa itu.














