A k u B e l u m B e r h e n t i.
Memandangmu setiap hari tak pernah membuatku bosan, tetapi terkadang aku mulai bosan dengan segala pertanyaanku yang sebenarnya hanya pada 1 inti., “untuk siapakah hatimu?”, aku disini menantikan jawaban yang entah sampai kapan harus ku nanti, tetapi aku percaya Tuhan slalu punya rencana besar untuk menjawab pertanyaanku itu. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah ‘Aku dan Kamu apakah mungkin menjadi Kita?’.
Setiap hari aku membayangkan wajahmu yang lugu dan konyol, tak jarang aku selalu tertawa saat membayangkan candaanmu yang garing itu, dan juga aku rajin membaca pesan-pesan konyol darimu. Karna hanya dari situlah aku bisa merasa ada didekatmu.
Sudah lebih dari 2 tahun aku mengenalmu, sampai detik ini aku terus mengagumi dirimu, tak jarang kau memotivasiku untuk terus berubah menjadi lebih baik. Namun, tak melulu soal akademik, bahkan kamu juga menasihatiku perihal pejalanan cintaku yang kelam itu, aku bingung harus menganggapmu seperti apa agar hatiku tak semakin berkembang, karna aku tau sampai detik ini belum ada namaku terbesit dihati dan pikiranmu.
tapi,
Aku belum berhenti untuk terus berbenah dan memantaskan diri agar kelak dengan siapapun aku nantinya aku sudah jauh lebih baik dari sekarang. Dan salah satunya itu karnamu.














