seen from China

seen from United States

seen from Lithuania
seen from Brazil
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Puerto Rico
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from China

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
New Post has been published on Airsoft Team
New Post has been published on http://airsoftteam.net/condor-ma13-40mm-grenade-pouch-testimonials/
Condor MA13 40mm Grenade Pouch Testimonials
Condor MA13 40mm Grenade Pouch 40 mm GRANADE POUCH Checklist Price tag: $ 22.04 Price: $ 8.95 Your browser does not support iframes. Valken Tactical Thunder V 12pk (Core+Shell) Dumbbell CO2 Airsoft Noise Grenade $44.95End Date: Wednesday Oct-19-2016 13:39:05 PDTBuy It Now for only:...
http://airsoftteam.net/
Memaksimalkan Ketersediaan, Mengoptimalkan Medan Perang Adalah dan Selalu Akan Menjadi Medan Tipu Daya..
Kisah Awal Khalid Menjadi Panglima Pertempuran Mu'tah - September 629
Pertempuran yang dalam bahasa Arab ditulis معركة مؤتة , غزوة مؤتة atau Ghazwah/Ma'rakah Mu'tah berlangsung pada tanggal 5 Jumadil Awwal 8 Hijriah ini berlangsung dekat desa Mu'tah di sebelah timur sungai Jordan, daerah Karak (Jordan), mempertemukan antara pasukan yang diutus Rasulullah Muhammad (saw) dengan kekuatan Byzantium.
Dalam sejarah ummat Islam, pertempuran ini berkaitan erat dengan upaya membalas tindakan pembunuhan suku Arab dari Banu Ghassan terhadap utusan Rasul (saw). Pertempuran ini dinilai sama kuat dimana kedua pihak mundur ke wilayahnya masing-masing. Tetapi, menurut sejarah Byzantium pasukan Muslimin kalah setelah ketiga pemimpinnya gugur.
Latar Belakang
Perjanjian Huaibiyah memberikan perdamaian sejenak antara kaum Muslimin di Madinah dan kekuatan Quraisy di Makkah. Pada masa itu, gubernur Sassania-Persia untuk Yaman yang dijabat oleh Badhan memeluk Islam sehingga banyak suku-suku Arab di selatan Jazirah Arab yang juga masuk Islam dan menjadi sekutu Madinah.
Pada masa perdamaian inilah Rasul (saw) mengirmkan utusan-utusannya untuk mengajak kepada Islam berbagai pemimpin di Jazirah Arab termasuk gubernur Byzantium untuk Provinsi Arabia. Surat yang dibawa oleh utusan untuk gubernur tersebut sejatinya surat kepada Kaisar Heraclius. Ketika utusan tersebut melintasi kota Bosra ia ditangkap oleh Banu Ghassan dan dieksekusi atas perintah kepala sukunya di dekat desa Mu'tah. Pasukan yang dikirim oleh Rasul (saw) untuk meminta pertanggung-jawaban Banu Ghassan ini adalah kekuatan terbesar yang pernah dimobilisasi di Madinah serta yang pertama dikirim memasuki wilayah Byzantium.
Mobilisasi Pasukan
Menurut sejarawan Muslim, Nabi (saw) memberangkatkan 3.000 pasukan pada bulan Jumadil Awwal 8 Hijriah dengan misi bergerak cepat dengan hirarki kepemimpinan pada Zayd ibn Haritsah (ra), Ja'far ibn Abi Thalib (ra), dab ‘Abdullah ibn Rawahah (ra)
Pemimpin Banu Ghassan telah mengetahui ekspedisi ini sehingga sempat memobilisasai kekuatannya sekaligus mengirim utusan untuk meminta bantuan kepada Byzantium. Kaisar Heraclius mengirimkan bantuan mengingat Banu Ghassan adalah sekutunya di perbatasan Arabia.
Ketika pasukan kaum Muslimin tiba di area tersebut mereka baru mengetahui besarnya jumlah pasukan Byzantium yang dikirim kaisar. Pada awalnya mereka ingin menunggu di tempat sambil meminta bantuan dari Madinah. 'Abdullah ibn Rawahah (ra) mengingatkan kembali akan nilai tinggi bagi mereka yang gugur sebagai syuhada; hal ini mendorong pasukan berhentu menunggu dan bergerak menuju arah lawan.
Pertempuran
Kaum Muslimin terlibat baku hantam melawan Byzantium di dekat tendanya dan lini-belakangnya di desa Musyarif; namun tidak berimbangnya kekuatan menyebabkan kaum Muslimin harus mundur ke arah desa Mu'tah. Di tempat ini kedua pasukan bertempur kembali. Sember sejarah kaum Muslimin menyebutkan bahwa pertempuran berlangsung di sebuah ebah diantara dua bukit sehingga jumlah pasukan Byzantium menjadi tidak banyak memberikan keunggulan. Dalam pertempuran ini ketiga komandan perang gugur sebagai syuhada’ sesuai urutan hirarkinya.
*Khalid Menjadi Panglima
Dalam shahih al-Bukhari tercatat bahwa pada tubuh Ja'far (ra) ditemukan 50 bekas luka dan tidak ada satupun yang berada di bagian punggung (belakang). Kisah ini tercatat dalam Shahih al-Bukhari: 5/56/560 dari Ibn 'Umar: “waqafa 'alā Ja'farin yawma'idzin wa huwa qatīlun fa'adadtuhu bihi khamsīna bayna tha'natin wa dharbatin laysa minhā sya'un fī duburihi ya'nī fī zuhurihi.”
Setelah ketiga panglima yang ditunjuk Rasul (saw) gugur mulai terlihat tanda-tanda kepanikan pada pasukan kaum Muslimin. Seorang sahabat yang bernama Tsabit ibn al-Arqam (ra) memungut panji perang yang sempat terjatuh dan mengibarkannya sambil menyemangati pasukan kaum Muslimin. Inisiatif Tsabit (ra) ini menyelamatkan pasukan dari kepanikan dan pasukan menginginkan dia untuk bangkit memimpin. Tsabit (ra) menolak serta mengatakan bahwa yang lebih tepat adalah Khalid ibn al-Walid (ra).
Khalid (ra) sendiri mengabarkan di kemudian hari bahwa pertempuran Mu'tah begitu dahsyat sehingga ia sempat mengganti pedang sampai 9 kali karena terus patah, yang tertinggal hanyalah pedang tempaan Yaman (Shahih al-Bukhari: 5/59/565 dari Qays: “Laqad duqqa fī yadī yawma Mu'tata tis'atu asyāfin wa shabarat fi yadī shafihatun lī yamāniytun”)
Khalid (ra) menilai bahwa pertempuran ini sangat tidak berimbang dan hasilnya akan memperburuk kondisi kaum Muslimin sehingga ia menyiapkan rencana kemunduran. Untuk menutup rencana tersebut ia mengirimkan kesatuan kecil untuk terus melancarkan serangan terbatas seolah tidak hendak mundur. Namun Khalid (ra) menghindari serangan umum dan ia tercatat berhasil menewaskan seorang komandan Banu Ghassan yang bernama Malik.
*Tipuan Perang Khalid
Pada suatu malam Khalid (ra) merotasi posisi pasukan sehingga ia menempatkan di barisan terdepan mereka yang tadinya di barisan belakang lengkap dengan panji-panji yang baru; guna memberikan impresi datangnya bala bantuan bagi kaum Muslimin dari Madinah. Ia juga memerintahkan pasukan berkudanya untuk mundur ke belakang bukit pada malam hari serta kembali pada siang hari dengan membawa alat tambahan yang ditarik kuda guna menerbangkan debu sebanyak-banyaknya; guna memberikan impresi bahwa bala bantuan tambahan datang lagi. Tipuan-tipuan perang ini berhasil meyakinkan pihak Byzantium untuk mundur sehingga kaum Muslimin dapat mundur juga tanpa ancaman.
Korban yang jatuh pada pihak Muslimin yang tercatat adalah: Zayd ibn Haritsa (ra), Ja'far ibn Abi Thalib (ra), 'Abdullah ibn Rawahah (ra), Mas'ud ibn al-Aswad (ra), Wahab ibn Saad (ra), 'Abbad ibn Qais (ra), 'Amr ibn Sa’d (ra) tetapi bukan anak Sa’d ibn Abi Waqqasy (ra), Harits ibn Nu'man (ra), Suraqah ibn 'Amr (ra), Abu Kulaib bin Amr (ra), Jabir ibn 'Amr (ra), dan Amir bin Sa'ad (ra); sedangkan korban lain tidak tercatat.
Pada pihak Byzantium terdapat jumlah korban yang begitu banyak jika dibandingkan dengan kaum Muslimin walau angka persisnya tidak diketahui.
Kesudahan
Sejarah mencatat bahwa pasukan Muslimin yang berhasil kembali ke Madinah mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya karena diduga terhina karema melarikan diri dari pertempuran. Salah seorang komandan dari ekspedisi itu yang bernama Salamah ibn Hisyam (ra) bahkan memilih untuk shalat di rumah daripada harus ke masjid dan menjelaskan kedudukannya. Akhirnya, Rasul (saw) memerintahkan kaum Muslimin di Madinah untuk menghentikan tindakan itu karena pasukan ini akan kembali memerangi Byzantium pada masa yang lain; khalayak menghentikan aksi tidak simpatik itu. Pada masa inilah Rasul (saw) memberikan gelar “Pedang Allah” (Sayfullah) kepada Khalid ibn al-Walid (ra).
Analisis kekinian atas sejarah ini menunjukkan bahwa ia bukan sebuah kekalahan namun sebuah keberhasilan strategik. Salah satu argumentasinya adalah bahwa keberanian berhadapan langsung dengan Byzantium menaikkan pamor umat Islam di kalangan bangsa Arab sekaligus menyampaikan pesan kepada Byzantium bahwa ummat Islam ada. Para syuhada Mu'tah kini mendapatkan penghormatan serta pekuburan layaknya para pahlawan di Jordan. Bahkan sejarawan al-Balazuri mencatat bahwa kaisar Herclius memindahkan markas besarnya dari Damaskus ke Antoich setelah pertempuran ini.
—- Agung Waspodo, mencatat awal permulaan Khalid (ra) tercatat kejeniusannya sebagai panglima perang yang terlihat pada pengaturan tipuan dan penjatuhan mental lawan.. walau sudah 1.386 tahun yang berlalu.
Lenteng Agung, Jum'at 18 September 2015.. masih di bulan yang sama, di tengah padatnya Commuter-Lini pada jam puncak kembalinya para pekerja ibukota ke arah Depok hingga Bogor.
“Napak Tilas Turki Utsmani & Sultan Muhammad Fatih II” (Bagian 3)
Day 04 - Pantai Erdek, dekat Bandirma Perjalanan dari Bursa ke Çanakkale
Pantai sepi nyaris tanpa pengunjung kecuali belasan orang Indonesia dari berbagai usia yg tetap bersemangat utk menapaktilasi Penaklukan Konstaninopel.
Mengapa pula pantai ini yg dikunjungi? Karena disinilah lebih dari 2500 kapal angkatan laut pertama muslimin Daulah Umayyah melabuhkan sauhnya sekitar 49 Hijriyah (669-670 M) menurut sejarawan at-Tabari pada kitabnya at-Tarikh.
Diantara mereka yg berlayar terdapat seorang sahabat Rasul SAW yaitu Khalid ibn Zaid ibn Kulayb, lebih masyuhur dikenal sebagai Abu Ayyub al-Anshari RA. Beliau ini berwasiat menjelang ajalnya utk dikuburkan sedekat-dekatnya dengan benteng kota Konstantinopel.
Seorang saksi sejarah Latuftahanna di tempat yg menyejarah.
Agung Waspodo Çanakkale, Semenanjung Gelibolu (Gallipoli) Turki, 25 Mei 2015.
“Napak Tilas Turki Utsmani & Sultan Muhammad Fatih II” (Bagian 2)
Day 03 - Osman Gazi Türbesi, Tophane - Bursa
Tempat dimana cita-cita itu dimulai.
Ketika Osman Gazi memimpin beylik Osmanli, suku yg diwariskan Ertüğrül ayahnya sudah berada di garis depan. Mereka berhadapan langsung dengan Byzantium dengan segenap tantangan dan peluangnya.
Suku yg kemudian akan dikenang sejarah sebagai Turki Ustmani (Osmanli) ini baru mendiami sebuah dusun bernama Söğüt. Oleh sebab itu Osman bergegas untuk merebut Bursa utk mengokohkan cita-cita Latuftahanna bagi mereka.
Sungguh disayangkan jika jatuhnya kota ini pada 6 April 1326 tidak dapat dirasakan Osman Gazi yg wafat pada hari yg sama. Sembilan tahun pengepungan buknlah waktu yg pendek bagi seorang pemula sejarah. Untuk menghormati ayahnya, maka Orhan Gazi yg menaklukan kota mengebumikan ayahnya di kota impian ini.
Di bukit Tophane inilah kedua ayah dan anak dimakamkan, cita dan visi menyatu di taman kecil lagi rindang. Keduanya telah memulai sebuah babak sejarah yg memuliakan Ummat Islam selama lebih dari 700 tahun lamanya. Sederhana, sesederhana jiwa kami yg menapaktilasinya.
Dipenghujung sepertiga malam. Agung Waspodo Bursa, 25 Mei 2015.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Napak Tilas Turki Utsmani & Sultan Muhammad Fatih II” (Bagian 1)
Tanggal 22 Mei 1565, lebih dari empat ratus tahun yang lalu..
Empat hari setelah pendaratan, belum juga tercapai kesepakatan atas benteng mana yang akan diserang lebih dahulu. Dalam pertempuran manapun, kecepatan sangat menentukan kemenangan.
Dirudung permasalahan yang datang berikutnya, maka ekspedisi kali ini menemui kemunduran sejak dari awal. Sepertinya sulit sekali mencapai kesepakatan strategi diantara panglima Mustafa Paşa, Piyale Paşa, dan Dragut yg datang belakangan.
Sulit bagi sultan Süleiman utk menerima kenyataan ini di İstanbul. Persapan utk datang kembali menebus kekalahan di Malta terhenti setelah wafatnya sultan.
Kilas balik: pasukan Turki mendarat di Pulau Malta yg dikuasai oleh Order of St. John. Ordo militan yg juga bajak laut ini sebelumnya telah dikalahkan oleh Sultan Süleyman Kanuni (The Magnificent/The Law Giver) ketika mereka masih berpusat di Pulau Rhodes. Mereka tidak dibabisi karena rasa iba sultan, sebaliknya mereka dipersilahkan pindah ke tempat lain dengan janji berhenti membajak kapal-kapal Turki Utsmani. Namun apa dikata, janji tinggal janji, dari Malta mereka kembali membuat ulah.
Jika datang suatu pekerjaan, tuntaskan. Jika ada perbedaan dalam pelaksanaan, mengalah demi kebaikan bersama. Karena usia manusia tidak ada yang tahu panjangnya.
Agung Waspodo Depok, 22 Mei 2015 — Menjelang keberangkatan menuju İstanbul