Ketenangan
Perasaan apa yang saat ini sedang saya rasakan di hari ke-empat belas saya menjadi seorang istri?
Saya merasakan suatu ketenangan
Ketenangan. Sebelumnya, adalah hal yang cukup langka dalam hidup saya. Bagaimana tidak, seorang neurotik yang punya seabreg list impian disertai berbagai kekhawatiran-kekhawatiran hampir setiap saat membuat dahi saya berkerut dan jantung berdegup kencang. Serta tidak jarang membuat saya lemah tak berdaya ketika menyadari bahwa realita tak seindah yang dibayangkan, menyadari bahwa saya masih jauh dari pantas untuk mencapai mimpi yang mungkin terlalu utopis.
Hingga dalam kontempelasi yang panjang, saya menyadari bahwa saya membutuhkan seseorang. Dan ketika seseorang itu datang, ternyata banyak hal berbeda yang saya rasakan.
Ketenangan itupun datang. Bersama dengan kehadirannya Dalam sebuah pernikahan.
Rasa tenang yang hadir untuk meredamkan seluruh gejolak hati anak muda. Yang dengannya, berarti telah ada seseorang yang dapat disayangi dan menyayangi, sesuai dengan aturan agama.
Rasa tenang, hadir ketika ada seseorang yang membuat saya tersadar bahwa saya berharga dan pantas untuk dihargai.
Seseorang yang mengapresiasi, yang mengingatkan, membimbing dan menunjukkan jalan menuju Dia
Ketenangan yang hadir ketika diri menyadari bahwa ada partner hidup untuk bersama sama memperjuangkan tujuan kehidupan.
Semoga terjaga selalu hingga akhir hayat dan di dunia setelah alam semesta












