Cerita Dari Gunung Padang
15 November 2014.
Sabtu ini gue udah janjian sama teman gue untuk ke Gunung Padang, naik motor! Agak gimana gitu karena ya pasti lu tau lah (yang kenal gue) , ini badan udah kaya karung beras beratnya, bentukannya udah kaya linen kalau kata si boss hahah!
Oke lanjut, beranjak browsing-browsing, akhirnya kita nekat jalan aja bermodalkan Bismillahirrahmanirrahim! 😁
Tengnong jam 7:15 kami berangkat dari rumah gue. Iya, gue nggak bisa naik motor, mohon maaf lahir dan batin! Rute kami adalah Ulujami - Rempoa - Ciputat - Pamulang - Parung - Bogor - Ciawi - Puncak - Cianjur. Udah kebayang kan gempornya. OK berangkat!!
Setelah 3 jam mengendarai motor, kami istirahat di Masjid At Ta’awun. Ya sekaligus menghilangkan rasa lelah di pantat. Ini serius. Lanjut lagi, sampai Cipanas, cuaca sudah mendung mendayu. Akhirnya di tengah-tengah, kami kehujanan. 😢
Alhasil melipir lah, dan makan. Maaf men, di sana dingin banget, jadi bawaannya lapar. Hahaha, good excuse, right? 😝 kira-kira 30 menit melipir, kemudian hujan reda. Lanjut gan!
Sampai perempatan di Tugu Cianjur, kami belok ke arah kanan. Tapi gak bisa belok langsung, muter dulu. Gak enak kalau langsung, kota orang itu. Hahaha. Alhasil jalan terus hingga bertemu dengan pertigaan Warung Kondang, kami ambil jalur kanan. Kalau kiri ke Bandung, salah tujuan nanti kami. Hahahha. 😝
Jalan terus, bertepatan dengan adzan dzuhur berkumandang, kami melipir lagi untuk solat dzuhur, sekalian memohon petunjuk jalan-Nya untuk jalan ke Gunung Padang serta memohon kecerahan cuaca saat itu yang mendung mendayu.
Lanjut gan! Jalan terus hingga melewati Pasar Warung Kondang, kira-kira 800 meter ada plang “Situs Megalitikum Gunung Padang 20 KM”. Makzaaang 20 kilometer lagi haha. Sumangap! Anyway pelan-pelan aja ya, karena plang jalan-nya juga ketutupan daun pohon.
Di perjalanan disuguhi hijaunya persawahan, demen nih mata orang kota yang mendadak desa banget. Kondisi jalan di awal-awal sih bagus, kemudian berbatu-batu. Seperti ini : Jalan berbatu, jalan mulus, berbatu lagi, mulus lagi. Ya mulusnya nggak semulus paha ayam, but it’s better than jalan batu yeee. Naik turun lembah, lewatin rumah penduduk, dan Alhamdulillahnya cuaca cerah saat itu. Doa kami didengar! 😂
Jalan terus dan merasa mana sih nih gunungya, sampe gemes akhirnya ada plang lagi “Situs Megalitikum Gunung Padang 6 KM” serta plang Stasiun Lampegan 1 KM di pertigaan. Kami memilih ke Gunung Padang dulu. OK lanzoootttt, jalan terusss, ketemu plang lagi, 3 KM , 2 KM, kemudian kami di sambut gapura “Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur”. Yes, sampai! Mari pulang. Hahahaha. Dengan htm Rp. 2,000 kita panjat lah itu tangga. Ya emang dasar kagak pernah olahraga, ngosngosan. Kira-kira 15 menit lah. Sampai lah di puncak. Dan inilah yang disebut Situs Megalitikum Gunung Padang.
Gunung Padang, The Biggest Megalithic Site on Southeast Asia.
Sampai saat ini, masih banyak spekulasi mengenai Gunung Padang. Ya misteri akhir zaman, kemudian kebudayaan tertua, atau proses peristiwa alam. Abah Dedi, seorang guide yang sudah 19 tahun menjadi guide di sana, sedang menjelaskan ke sekelompok anak sekolah berseragam pramuka. Kami ngintil sebentar, kemudian naik ke atas.
Selfie is a must when you're on travel. Fuck yeah!
Puas foto-foto, Abah Dedi kemudian mendekati kami, menanyakan kami dari mana. Alhasil, mulai lah doi bercerita. Cukup menjelaskan sejarah dari Gunung Padang yang doi bilang serba 5. Yaitu, bentuk batu yang segi 5, pandangan ada 5 bukit, punden berundanya terdapat 5 tingkat. Dan berdasarkan info doi juga, bahwa di bawah situs ini, ditemukan piramida yang diduga lebih tua dari usia piramida di Mesir! Wallahualam.
5th level of Gunung Padang site.
Selesai bercerita, kami berikan upah seikhlasnya. si Abah menolak, namun kami sangat mengapresiasi apa yang abah ceritakan. OK, sudah mendung. Saatnya pulang. Gerimis, kemudian hujan deras. Kuyup. Lepek. Reda. Kepleset. Hujan deras lagi. Melipir. Makan Indomie. Guilty Pleasure. Hmmm. T_T
With Abah Dedi.
Sepertinya gue udah capek bercerita. Untuk cerita pulang nggak usah diceritain lah ya, jalur pulangnya juga sama. Ya kurang lebih Ulujami - Cianjur itu 133 km. Pulang-pergi 266 km. MUSAFIR!
Ini rincian biaya :
Bensin : Rp. 40.000 (2x isi full tank)
Makan Melipir : Rp. 31.000
HTM : Rp. 2.000
Tip : seikhlasnya. kalau gue sebutin, riba' namanya. hahahah
Makan melipir ke dua : Rp. 17.000 (ini gue agak tercengang karena kami memesan 2 indomie rebus telor + 2 kerupuk + larutan penyegar cap sikil tilu)
Makan di Puncak : Rp. 37.000 not worth to eat. Hahaah.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya!
XOXO












