Ketika laki-laki dikonstruksikan sebagai hero, maka mereka "bertanggungjawab" atas kehidupan seseorang atau banyak orang di luar dirinya ketika dewasa nanti.
Sementara, mereka, orang-orang di luar laki-laki tersebut ditempatkan sebagai objek yang mesti dijaga, ditanggungjawabi. Sungguh hah! sekali.
Cieeee yang habis dijejel isu timpang gender di sosmed wkwk. Aku... Aku... Liyer.



















