Vespa, begitu mereka menyebutnya.
Bukan sekedar mesin yang terpasang diseonggok plat besi, tapi yang saya rasakan ada satu ikatan kuat pada sesama pecinta dan penikmatnya. Sebuah rasa solidaritas antar sesama manusia lainnya, yang tumbuh alami dari sebuah Vespa. Bertemu dan saling mengenal orang baru, begitu seterusnya.
Saya bukan penikmat Vespa, tapi saya penikmat persaudaraan yang ada didalamnya. Hal itu mengenai siapa kita, dimana kita dan kepada siapa kita bertemu. Disebuah Vespa, tidak ada batasan siapa kita dan dari mana kita berasal.
Dan, “amunisi” adalah salah satu hal yang menarik untuk diperjuangkan disetiap pertemuan.
LISSOI 🍻













