Cerita Maret
Beberapa minggu yang lalu saya dan papah ketika dalam perjalanan di kereta bertemu dengan seorang sahabat beliau secara tidak sengaja. Beruntunglah, kami satu gerbong dengannya. Banyak hal yang mereka bagi dan ribuan decak kagum menggelayut di pikiran. Singkat cerita, sahabat papah yang seorang muballigh itu hendak menjalankan ibadah umroh sekeluarga, beserta mertuanya. Total jumlah mereka ada tujuh orang, bahkan mungkin delapan (sang istri sedang mengandung anak umur 2 bulan).
Beliau (sahabat papah) berbagi cerita kalau ayah mertuanya sangat ingin berangkat umroh, meskipun sudah pernah haji sebanyak dua kali. Kata sang ayah mertua, beliau merasa di sisa umur yang tinggal sedikit ini beliau ingin berkunjung ke Baitullah, meskipun beliau baru saja sembuh dari sakitnya. Sang ayah mertua ini pernah divonis stroke. Hingga akhirnya sembuh biarpun masih harus menggunakan kursi roda.
Dalam perjalanan pun, sang ayah mertua selalu ingin dibacakan (di-manqul-kan) kitabul hajj (catatan tentang ibadah haji). Supaya beliau selalu terus ingat doa-doa dan tata cara lain-lainnya. Jadi, dengan sabar si muballigh (yang ternyata juga muthowwif) me-manqul-kan kitabul hajj di atas kereta.
Rasanya, kami berdua (saya dan papah) sangat bersyukur dipertemukan dalam perjalanan tersebut. Malu rasanya ketika masih muda dan sehat seperti ini tapi tidak memanfaatkan waktu ibadah sebaik mungkin. Sebuah pesan yang cukup mendalam dari embah 'sang ayah mertua' beliau berpesan "Isih enom kudu ngelmu sing akeh, tapi ojo mung ngelmu. Amalane mesthi kudu luwih pol, ning ojo jumawa. Kuwi kuncine cah enom".(masih muda itu harus mencari ilmu yang banyak, tapi jangan cuma dicari saja ilmunya. Amalannya harus lebih maksimal, tapi jangan tinggi hati. Itu kunci jadi anak muda)
Seketika pengen banget nyium tangannya simbah, sambil sungkem takdim ke embah 'sang ayah mertua'. Berhubung ngga mahrom, cuma bisa bilang "Inggih mbah, matur sembah nuwun. Alhamdulillahi jazakallahu khoiro, mugi-mugi Gusti Allah paring kawarasan kagem simbah, lajeng sehat ngantos kondur umroh"










