Saya dan Indonesia Mengajar
Banyak yang tanya sama saya,
“Kenapa sih Dit ikut Kelas Inspirasi?”
“Emang dibayar?”
“Emang apa sih Dit yang lo dapet dengan ikut-ikut kayak gituan, ikutan Indonesia Mengajar?”
Sekarang saya mau cerita awal mula mengapa saya mau menjebakkan diri saya dalam kegiatan-kegiatan positif ini.
Awal mulanya sih hanya karena penasaran sama temen saya yang ikut KI (Kelas Inspirasi, red) Depok waktu itu. Apalagi kegiatan setelah hari inspirasi di sekolahnya waktu itu mau mengikut sertakan saya. Waktu KI Jakarta yang ke-4 ini buka pendaftaran, beliau pun langsung menyuruh saya untuk ikutan. Katanya, “Tuh KI Jakarta 4 mau buka, ikut sana, sekalian cari jodoh.”
Akhirnya, saya mendaftar sebagai inspirator, dan alhamdulillah saya diterima oleh panitia, dan berhasil terjebak selama 2 bulan untuk berkecimpung di Kelas Inspirasi Jakarta 4. Oke, di sini saya masih bilangnya terjebak. Ternyata, ada sesuatu hal yang saya tidak pernah dapatkan dari kegiatan-kegiatan kerelawanan yang pernah saya ikuti sebelumnya. Apa itu? Positivity. Kegiatannya sendiri sudah positif, orang-orang yang terlibat luar biasa hebat dan positif semua. Tapi sebenarnya yang paling saya nikmati dan tidak saya dapatkan dari manapun adalah, topik pembicaraan yang selalu positif. Sampai saat ini, saya sendiri masih takjub dan kagum, “kok bisa ya ketawa-ketiwi tapi bukan ngomongin orang, bukan gosip? kok bisa....”
Karena hal yang membuat saya takjub itu dan kekaguman akan orang-orang yang terlibat dalam gerakan Indonesia Mengajar, akhirnya saya ketagihan dan memutuskan untuk menjebakkan diri saya di dalam gerakan ini terus. Kenapa? Jawabannya adalah sama dengan seorang teman yang juga pegiat KI, “I want to be around people that do things. I don’t want to be around people that judge or talk about what other people do.I want to be around people that dream and support and do positive things.”
Saya tahu, mungkin saya tidak bisa langsung terjun menjadi Pengajar Muda, pergi ke pelosok-pelosok kabupaten tempat PM untuk ikut RUBI, karena saya tidak kompeten, tapi saya ingin terus berkontribusi untuk gerakan positif ini, dan terus akan jadi relawan di kegiatan yang bisa saya ikuti dan kompeten di dalamnya, termasuk sekarang sedang ikut mensosialisasikan #5elebrasiIM.
jadi begitulah kira-kira bagaimana Indonesia Mengajar dan kegiatan positif di bawahnya bisa mempengaruhi kehidupan saya saat ini. Sungguh enak rasanya kembali sibuk-sibuk kegiatan kepanitiaan, berjejaring dengan kawan baru, dan pastinya merasakan aura positif.
Kalau ingin tahu rasanya, yuk mari ikut kerja bakti ;)












