Cicak di Dinding dan Keyakinan yang Utuh
‘Cicak-cicak di Dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk….’
Bahwa tugas cicak memang hanya berikhtiar sejauh kemampuannya. Karena soal rezeki, Allah lah yang memberi jaminan. Maka kewajiban cicak hanya diam-diam merayap. Betapa dibanding ikhtiar cicak yang diam-diam merayap, perjalanan nyamuk untuk mendatangi cicak sungguh jauh, lebih berliku dan lebih dahsyat. Jarak dan waktu memisahkan keduanya, tapi Allah dekatkan sedekat-dekatnya. Bebas si nyamuk terbang kemanapun juga, tapi Allah bimbing ia supaya menuju sang cicak. Ia tertakdir dengan bahagia, menjadi rezeki bagi sesama makhluk-Nya, sesudah juga menikmati rezeki selama waktu yang ditentukan oleh-Nya.
© Salim A. Fillah dalam lapis-lapis keberkahan
















