[kellanaputra] Hati dan Logika
Tulisan ini kubuat hanya untuk mengingatkan saat aku tengah mulai lupa.
Beberapa waktu lalu aku tertampar keras oleh sebuah nasehat seorang guru, beliau menerangkan tentang hati dan logika. Beliau pun menjelaskan jangan selalu mendengarkan logikamu, tapi berusahalah mendengarkan kata hatimu agar mampu mengendalikan logikamu. Sebab ikhlas pun berawal dari dalam hati bukan dari logika, hati diciptakan sangat kuat hanya logika tak terkendali yang membuat hati lemah.
Logika yang tak mampu dikuasai diri sendiri akan berbalik menghantam kita bagai boomerang yang sewaktu-waktu membalik keadaan. Akan banyak orang-orang yang menjauh, tak lagi percaya dan saling membenci.
Mungkin, aku takkan pernah merasakan patah hati atau kecewa ketika ku dahulukan hatiku sebelum mulai memainkan peran logika. Namun aku sering melupakan pentingnya mendengarkan kata hati yang kerap memberikan solusi terbaik, bukan mendahulukan logika yang bercampur aduk dengan emosi. Namun jika dengan mendengarkan kata hati terlebih dahulu takkan pernah terucap kata yang menyakitkan, tak mungkin berprasangka buruk terhadap orang lain yang belum tentu lebih jahat dariku.
Jika saja aku mampu menguasai hati, mungkin aku takkan pernah ragu akan hasil atas semua usahaku nanti, entah memuaskan atau mengecewakan. Sebab penentu segala hasil adalah Tuhan, aku hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Aku hanya tinggal pasrahkan semuanya kepada sang maha pencipta. Harusnya, aku takkan pernah marah dengan cibiran dan cemoohan orang lain. Sebab yang berhak menilai hanyalah Tuhan, bukankah kita diajarkan menasihati orang lain dengan lemah lembut. Bukan dengan nada yang menghakimi seakan-akan kita adalah yang paling benar.
Semoga saja dengan tamparan yang masih membekas kemarin, hari ini aku lebih mampu menguasai hati dan mengendalikan logika. Agar tak ada lagi kecewa, ragu, menyakiti, dan merasa menjadi pribadi yang paling benar dari orang lain.
terima kasih @nadapedihku udah boleh numpang posting di sini. ;)