helppppppp
:)
Ask for more pretty little nicknames
#interview with the vampire#iwtv#sam reid#jacob anderson#amc tvl

seen from Australia

seen from Australia
seen from Brazil

seen from Serbia
seen from Australia
seen from Philippines
seen from Russia
seen from Macao SAR China
seen from China
seen from China
seen from Iraq

seen from United States
seen from China

seen from Kazakhstan
seen from China
seen from China
seen from Kazakhstan
seen from China
seen from United States
seen from United States
helppppppp
:)
Ask for more pretty little nicknames

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di Ujung Senja Bersamamu
*Part Awal*
Suara Gedebag-gedebug menjadi backsound yang cukup merdu semenjak pagi. Sepertinya si inang dan seluruh penghuni kontrakan sedang beres-beres. Julukan si inang diberikan kepada salah satu anak kontrakan yang paling rajin, teratur dan rapi. Hari sudah sore ketika akhirnya senyum merekah tampil di wajah si inang, semuanya sudah beres dilakukan.
"Cil, cari makan yuk laper banget gue. Asli gue capek nih, lu mah gk kira-kira kalau ngajakin beberes sampek skip makan siang nih." Seru Angel salah satu penghuni kontrakan yang berasal dari Ibu kota. Dia yang paling nyablak dan bar-bar sama dengan si inang.
"Sorry, kalau kagak dipaksa lu pasti kabur sejak pagi. Gue bebersih dulu kalau gitu, MbasiI sama Ciput udah siap?" Si inang alias Areta menimpali sambil berjalan pelan menuju kamar.
"Udah, tinggal lu doang. Buruan gue sekalian mau ketemu sepupu gue. Dia udah OTW katanya." kembali Angel berkata yang hanya dijawab dengan pintu kamar yang tertutup dan terdengar sedikit gumaman. Angel hanya mendengus melihat kelakuan Areta.
🍁🍁🍁
Sabiru memakirkan mobilnya dan turun diikuti oleh 2 temannya. Mereka berjalan memasuki mall dengan santai menuju food courner untuk bertemu Angel, sepupu Sabiru. Kalau saja tidak ada titipan dari tantenya, Sabiru malas untuk berkendara cukup jauh. Dia akan lebih memilih tidur, apalagi weekend. Sabiru memfokuskan pandangan, dan menemukan sepupunya di meja tengah duduk bersama 3 orang temannya. Dia kenal salah satu dari mereka yaitu Sisilia, pacar dari sahabatnya. Sabiru baru ingat yang paling exited untuk datang menemui Angel adalah si Arkana, ternyata ini alasannya.
"Gue abis ini ke toko buku Jel, kalian bertiga kalau mau ke mana aja terserah. Males banget gue kalau disuruh ngekorin kalian muter" suara itu terdengar malas tapi tanpa sadar menyita perhatian Sabiru yang baru saja sampai di meja Angel. Ketiga gadis berdiri menyambut Sabiru dan temannya, sedangkan gadis pemilik suara itu cuek dan fokus pada makanannya. Sabiru terus menatap gadis itu, hingga gadis itu mendongak dan tatapan mereka bertemu.
Mereka bertatapan cukup lama saling memperhatikan, namun jelas yang menatap cukup dalam adalah Sabiru. Tatapan mereka terfokus, seakan hanya mereka berdua di food courner tersebut. Hingga mau tidak mau tatapan itu terputus saat sebuah suara terlontar.
"Hai, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya." Lutfi berucap sembari menunjuk ke arah gadis yang sedari tadi masih duduk dan kembali sibuk dengan makanannya setelah tatapannya dengan Sabiru terputus. Gadis itu mengangkat sebelah alisnya dengan bingung dan dia tidak jadi melanjutkan makannya, kembali hal itu membuat Sabiru memperhatikannya.
"Aah, iyaa gue baru inget. Sebulan lalu kita ketemu di Jogja sebanyak 2 kali tanpa sengaja dan kali ini pertemuan ketiga kita. Bukankah kata orang kalau tidak sengaja bertemu sebanyak 3x berarti berjodoh, apakah kita berjodoh" Lutfi kembali bersuara, kali ini gadis itu mengangkat kedua alisnya dan mengedikkan bahu sembari melanjutkan makannya. Sabiru terkesima karena bisa menemukan gadis yang cuek dan tidak terpana dengan ketampanan Lutfi. Dalam hati Sabiru membathin gadis yang unik.
Lutfi sendiri terkesiap karena baru kali ini ada yang mengabaikannya, padahal baru kali ini juga dia mencoba mengajak seorang gadis mengobrol biasanya juga dia yang disapa terlebih dahulu. Angel tak jauh berbeda, dia hanya memutar bola matanya malas menghadapi kelakuan temannya yang terlalu cuek. Ketika semua orang di meja memperhatikannya dia malah asyik makan. Semuanya kemudian memilih duduk, daripada dibuat kesal oleh makhluk cuek yang sepertinya merasa di meja ini hanya ada dia dan makanannya.
Semuanya berbincang sembari menikmati makanan dan minumannya. Sabiru, Lutfi dan Arkana akhirnya ikut makan di meja yang sama. Kebetulan meja tengah ini bisa diisi untuk 8 orang. Saat semua tengah asyik terlibat perbincangan, suara derit kursi terdengar memgalihkan fokusnya.
"Gue udah kelar, gue ke lantai 2 ya. Ntar kalo kalian bertiga udah beres keliling dan belanja bisa nyusul atau telpon gue yak. Permisi" Gadis itu pamit kepada ketiga temannya, sedangkan dia hanya mengangguk sopan kepada ketiga lainnya. Tanpa menunggu jawaban, dia sudah melangkah turun menuju lantai 2. Helaan langkah gadis itu tak lepas dari tatapan 2 pasang mata sampai menghilang terbawa eskalator.
🍁🍁🍁
Disudut rak bagian novel sepasang mata terus menatap seorang gadis yang dengan asyiknya duduk bersila membaca buku. Terhitung sudah 45 menit gadis itu tak juga beranjak, entah buku apa yang dia baca sehingga ekspresinya terus berubah-ubah. Dan sepasang mata itu terus memperhatikan tanp mengalihkan pandangan. Gadis itu tampak bergidik dan mulai memperhatikan sekitar. Segera pemilik sepasang mata itu bersembunyi. Gadis itu mengedikkan bahu dan kembali fokus pada buku di genggamannya.
Pemilik mata itu kembali memperhatikan dan berusaha agar gadis itu tak menyadari keberadaanya. Gadis itu akhirnya berdiri dan mulai beranjak menelusuri beberapa novel, sebelum akhirnya beranjak ke arah kasir. Sepasang mata itu terus mengikuti setiap langkah gadis itu. Dia merasa heran pada dirinya sendiri, karena baru kali ini dia begitu tertarik pada seorang gadis sehingga tanpa sadar dia berlaku seperti seorang penguntit. Gadis itu berjalan menuju timezone dan yang pertama dimainkan adalah pump it up. Gerakannya sangat lues dan walaupun hanya sendiri gadis itu bisa tertawa dengan sangat lepas. Dan jelas itu tak pernah luput dari perhatian sepasang mata itu.
Setelah puas ngedance gadis itu beranjak untuk bermain basket. Sepertinya energi gadis itu tak habis-habis karena dia tetap energik di semua game yang dimainkan. Gadis itu duduk beristirahat sembari meneguk air mineral. Tiba-tiba ada yang datang menghampirinya.
"Hai, gue Arkana" Arkana menyodorkan tangannya yang hanya ditatap gadis itu sembari mengernyitkan kening. "Lo temennya Angel kan? Nah, gue temen sepupunya Angel." Kembali Arkana berbicara, sembari memasukkan tangannya ke dalam saku celana. Arkana tak mempermasalahkan jabat tangan yang tak diterima, dia malah memasang wajah tengilnya mengahadapi gadis cuek di hadapannya.
"Hmm, Mas Arkana ini pacarnya Mbasil kan? Saya sering lihat foto Mas di laptopnya Mbasil" Gadis itu akhirnya berbicara juga, dan sukses membuat Arkana melongo. Selain karena kalimatnya cukup panjang, bahasanya yang santun dan suaranya imut sekali terdengar di telinga Arkana maupun sepasang mata yang tengah bersembunyi itu.
"Jadi, lo tahu. Sisil sering cerita tentang teman kontrakannya, gue gatau lo yang mana karna gk tau nama lo"
"Penasaran sekali Mas, pasti Mbasil sudah memberi tahu nama saya sama Mas Arkana". Jawab gadis itu dengan delikan tajam yang dibalas dengan tawa geli Arkana.
"Hahaha, benar banget sih karena kamu adalah teman yang dianggap adik sendiri oleh Sisil. Kamu yang terunik kalau kata sisil mah. Aniway gk jangan terlalu kaku deh sama aku, gk apa-apa kan kalau aku pake aku-kamu? Kalau pake saya - berasa lagi ngomong sama kamus EYD" Arkana mulai berkelakar, dan gadis dihadapannya tersenyum tipis. Dan sekali lagi cukup membuat Arkana terpana. Gadis di hadapannya memang tidak secantik Angel maupun Sisilia, tapi dia memiliki wajah yang tidak membosankan dan senyumnya sangat manis. Wajar jika banyak yang tertarik, ditambah dengan sikap cuek, dingin dan sebodo amatnya jadi menambah daya tarik yang membuat orang penasaran padanya.
Menurut penuturan Sisilia kepada Arkana, gadis dihadapannya ini sebenarnya sangat tengil dan usil. Namun, yang ditemui Arkana sekarang adalah mode kulkas 12 pintu. Sebelum menghampirinya tadi, Arkana bahkan melihat berbagai macam ekspresi di wajah gadis ini. Setelah dihampiri ekspresinya berubah datar, cuek dan dingin. Gadis ini seperti memiliki tombol on/off otomatis, dan Arkana mulai memahami kenapa gadis ini disebut unik oleh teman-temannya. Melihat wajah tampan Sabiru dan Lutfi dia tidak terpana, bahkan terkesan mengabaikan.
Arkana sengaja menghampiri dan mengajak berkenalan demi mengetahui sifat gadis yang sangat disukai Sisilia - kekasihnya. Bukan tak tahu namanya, hanya saja Arkana ingin memastikan benarkah gadis ini yang dimaksud Sisilia dengan menanyakan langsung. Bahkan sengaja bertindak tengil apakah gadis ini akan tergoda atau tidak. Ternyata tetap cuek tapi dia care dan menjaga perasaan Sisilia dengan bersikap kaku pada Arkana.
"Kalau saya seperti kamus EYD, maka jangan mengajak saya berbicara Mas. Nanti Mbasil salah paham terhadap saya." Balas gadis itu masih cuek dan itu sukses membuat Arkana terbahak. Dan gadis itu hanya menatapnya dengan sebelah alis terangkat.
"Please nona, jangan pake EYD dong. Sisil tak akan salah paham, malah mengizinkanku menemuimu. Jadi, walaupun aku tau namamu boleh kita berkenalan secara resmi?" Arkana bertanya sekali lagi sembari menyodorkan tangannya. Gadis itu akhirnya tersenyum ramah dan balas menjabat tangan Arkana.
"It's okay, no EYD anymore." Gadis itu membalas, dan sejujurnya dia tahu bahwa Arkana sudah mulai kesal padanya. Sehingga dia merasa sudah cukup untuk bermain-main. "Salam kenal Mas Arkana, namaku Areta"
"Wah ternyata benar, kamu si inang kontrakan ya. Nah, begini kan enak ngobrolnya." Ucap Arkana masih setia menjabat tangan Areta. Yaps, ternyata benar gadis itu Areta yang dijuluki inang kontrakan oleh teman-temannya. Areta hanya tersenyum mendengar Arkana menyebut julukan yang diberikan oleh teman-teman satu kontrakannya, tak lupa dia menarik tangannya.
"Cukup terkenal juga ya julukan itu, anak-anak kontrakan ada-ada aja emang. Oh ya mas tolong bilangin Mbasil ya, aku balik duluan soalnya tadi temen kampusku nelpon mau nugas. Mau nelpon tadi ternyata HPku kehabisan daya. Aku pamit duluan ya." Areta bukannya tak punya adab baru diajak mengobrol sudah mau pergi, hanya saja teman-teman kampusnya memang sudah mewanti-wanti agar tidak ada yang terlambat berkumpul hari ini. Hampir saja Areta lupa karena terlalu asyik di timezone dan toko buku.
"Yah, kok gitu sih. Baru juga ngobrol." Arkana sedikit menyayangkan momen yang harus berakhir.
"Sorry banget mas, lain kali mungkin kita bisa mengobrol lagi bareng Mbasil juga." Areta menangkupkan kedua tangannya, meminta maaf pada Arkana. Dia beranjak perlahan dan Arkana masih terpaku di tempat, namun baru beberapa langkah Areta berbalik. "Jangan lupa kasi tahu Mbasil ya mas, dan satu lagi bilang sama temen Mas Arkana untuk gk cosplay jadi penguntit. Kalau emang niat kenalan, langsung samperin aja. Dan, aku ingat dengan jelas sama cowok nyebelin yang aku temuin Jogja. Aku bukannya lupa, tapi aku gk pernah suka ada yang menggangguku dengan SKSD saat aku tengah makan. Makasi Mas, aku duluan ya." Selesai berkata cukup panjang, Areta kembali melangkah tanpa berbalik lagi.
Pemilik mata yang sejak awal bersembunyi sedikit tersentak. Sedangkan Arkana, cukup terkesiap dengan ultimatum dari Areta.
"Dia bisa ngomong panjang juga ternyata." gumam Arkana pelan sembari tersenyum geli. "Keluar lo ege, udahan sembunyinya." Arkana memanggil si pemilik mata itu. Arkana melihat temannya - si pemilik mata - keluar dari persembunyiannya.
"Gue kira dia gk tau diikutin daritadi. Gimana sih lo harusnya ditahan biar ngobrolnya lebih lama. Asli candu banget suaranya, jadi pingin gue bawa pulang buat jadi lullaby." Kalimat yang membuat Arkana, memutar bola matanya.
"Dih, lo kagak denger dia mau nugas? Bersyukur lo karena udah gue tanyain namanya, lagian bukannya langsung kenalan malah jadi penguntit lo. Menurut Sisil, itu cewek satu punya indra keenam - indigo pula. Jadi, percuma aja lo mau sembunyi juga. Lo bener juga, pengen gue bawa ke kamar buat nyayiin lullaby buat gue. Eh, tapi muka ganteng lo kagak guna ternyata ya Fi. Gk di notice sama sekali lo sama doi, ganteng lo percuma Fi hahaha." Arkana terbahak sembari menunjuk wajah Lutfi yang sudah tertekuk, ya pemilik sepasang mata itu adalah Lutfi.
"Diem kagak lo, buru deh cari Sabiru sebelum gue jadiin lo samsak."
"Ngopi aja deh, Sabiru ada yang mau diurus buru-buru jadi tadi nelpon gue, kita disuruh kencan dulu di sini."
"Najis banget lo bilang kita kencan, mending gue kencan sama si Areta yang gemesin daripada sama lo nyet." Lutfi bergidik ngeri menatap Arkana.
"Kayak Areta mau aja sama lo ege" Lutfi meremehkan.
"Jangan sebut gue Lutfi kalo gk bisa bikin dia bertekuk lutut." Lutfi menyombokan dirinya.
"Taruhan yuk, kalau lo bisa dapetin Areta PS gue buat lo deh. Tapi, kalau lo gk bisa dapetin sepeda lo buat gue." Arkana memberi tantangan pasa Lutfi. Lutfi berfikir sejenak dan akhirnya mengangguk.
"Oke deal, gue terima tantangan lo" Lutfi dan Arkana berjabat tangan.
*Untuk cerita selanjutnya bisa mengunjungi KBM, cari judul yang sama dengan tajuk ini*
🌊✨ Lilin Samak – Bab: Murkanya Bah Ming ✨🌊
“Jangan lagi mancing ketemu Bah Ming… kemarin aku dipelototin.”
Kalimat sederhana itu membuka pintu pada sebuah misteri di tepian Sungai Cipager.
⚠️ Seorang lelaki tua penuh amarah.
👻 Bisik-bisik tentang Lilin Samak, Jurig Cai penunggu sungai.
🤝 Dan empat sahabat yang hanya ingin bermain, tapi harus menghadapi bayangan yang lebih besar dari keberanian mereka.
📖 Lilin Samak bukan hanya tentang horor.
Ia tentang persahabatan, mitos lokal, dan bagaimana ketakutan diwariskan dari generasi ke generasi.
🔗 Temukan kisah lengkapnya di bab Murkanya Bah Ming.
Ayo bergabung dan subscribe buku Lilin Samak agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lain
Biarkan Cipager membisikkan rahasia yang tak semua orang berani dengar.
🌞
LILIN SAMAK
adalah tentang Bagas yang tiba-tiba ngajak geng cewek ikut mancing.
Tentang Gopar yang ngedumel karena takut repot.
Tentang Neng Dewi yang bilang:
"Tenang, aku bawa bolu marmer kok." 🍰
Dan tiba-tiba,
hari Minggu jadi petualangan kecil
dengan tawa, nyamuk, dan bekal yang selalu kurang.
---
📘 Lilin Samak adalah novel anak penuh warna
yang mengajak kita menyelami dunia sederhana anak-anak:
persahabatan, spontanitas, dan rasa ingin tahu yang tulus.
📚 Cocok untuk:
👧 Anak usia 9–13 tahun
👩🏫 Guru dan pegiat literasi
🧡 Kamu, yang diam-diam kangen masa kecil
🛒 Tersedia di:
Ayo bergabung dan subscribe buku Lilin Samak agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lain
📌 Tag #LilinSamak kalau kamu pernah rebutan bekal pas piknik 😄
---
#LilinSamak #NovelAnak #TumblrBooks #LiterasiAnak #CeritaMancing #PersahabatanAnak #BoluMarmerClub #PetualanganAnak #SastraAnak #BukuAnakIndonesia
"Karena listrik belum sampai ke kampung kami, TV hidup dari aki. Dan aki harus disetrum dulu… di kota kecamatan."
Ivan benci tugas itu: menjemput aki ke tempat Mang Holil. Berat. Jauh. Malu kalau ketemu teman. Tapi semua itu demi satu hal:
Film Cerita Akhir Pekan.
Malam minggu adalah momen sakral.
Rumah ramai.
TV menyala.
Tetangga berdatangan.
Komentar soal akting, gumaman soal tokoh antagonis, gelak tawa dan sesekali suara nyamuk.
Dan semuanya hidup… berkat aki yang dipikul dengan rancatan bambu.
Dulu, hiburan bukan soal layar besar,
tapi soal kebersamaan.
Dan perjuangan demi siaran terakhir di TVRI.
---
Masa lalu punya daya. Seperti aki yang disetrum, lalu menghidupkan kenangan.
Klik link ini ya hanya di aplikasi KBM
Ayo bergabung dan subscribe buku Jejak Sinden agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lai
#nostalgia #tvri #akiSetruman #kampungtanpalistrik #filmceritaakhirpekan #tumblrindonesia #ceritadesa #vintagememories #kenangankecil

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Novel Memoar Ipeh:
Setelah peristiwa Subuh yang membekukan hatinya, Ipeh tak lagi bisa memandang lelaki yang dulu ia nikahi setahun lalu.
Tapi pagi itu, sesuatu yang sederhana menghangatkan kembali ruang hatinya—sebuah pelukan dari Bapak pada cucu pertamanya.
> “Kalau sudah menggendong Anggita, rasanya malas ke mana-mana...”
Ipeh tertawa kecil, melihat tangan mungil Anggita enggan lepas dari gendongan Kakeknya.
Di balik trauma, ada cinta keluarga yang menyembuhkan perlahan.
Memoar Ipeh adalah kisah tentang keberanian seorang ibu muda, penyintas kekerasan, dan perjuangannya membesarkan anak di tengah luka.
Baca kisah penuhnya di:
Ayo bergabung dan subscribe buku Memoar Ipeh agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lain
#memoaripeh #indonesianliterature #storytelling #traumahealing #motherhood #familylove #originalfiction #femalewriter
Ruang tamu itu seperti terjebak di tahun 90-an.
Televisi tabung. Gorden merah muda dengan burung putih.
Pigura berdebu yang warnanya mengelupas.
Dan sepasang wajah dalam foto hitam putih—
pria berseragam militer dan perempuan berkebaya.
Farida hanya mengantar oleh-oleh.
Tapi dari balik senyum Nek Dirah,
ia seolah disambut oleh bayang-bayang masa lalu yang belum selesai.
Jugun Ianfu bukan sekadar kisah.
Ia adalah memoar diam para perempuan.
Yang tubuhnya dijajah,
namanya dilupakan,
dan kisahnya hanya bisa hidup...
jika ada yang berani mendengarnya.
Baca kisahnya. Rasakan sunyinya.
Temukan maknanya.
→ Tersedia di KBM Aplikasi
Ayo bergabung dan subscribe buku Jugun Ianfu (Kisah Tragis Nek Dirah) agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini d
"Di piring makan siang Radit, ada beunteur goreng dan kenangan yang renyah...
Ada kangkung rebus yang membisikkan cerita tentang sungai yang dulu jernih.
Tentang Bi Odah yang memasak dengan hati.
Dan tentang Cipager—yang perlahan kehilangan ikan, kehilangan suara."
Tapi dari satu suapan, Radit tahu:
Yang kecil bisa menyala.
Yang sederhana bisa menyelamatkan.
Seperti lilin yang tetap berdiri meski malam makin pekat.
LILIN SAMAK
Sebuah novel anak, tapi barangkali, kita semua butuh membacanya.
Tentang masa kecil, alam, dan tekad menjaga yang kita cintai.
Baca di Aplikasi KBM.
Ayo bergabung dan subscribe buku Lilin Samak agar selalu mendapatkan informasi update chapter terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lain
Karena beberapa kenangan, layak dihidupkan kembali.
#LilinSamak #LiteraryFiction #GreenStory #TumblrReads #NovelKBM #KenanganYangMenyalakan