Membaca vs Menulis
Kenapa membaca itu penting-?… Sebab lewat membaca, kau bisa menghasilkan tulisan indah. Tergantung seberapa sering kau membaca atau jenis bacaan apa yang selalu kau konsumsi.
Dengan membaca pula, kita akan melahirkan dan mengingat banyak kosakata.Yang kalau dirangkaikan kata demi kata, bait demi bait, bisa melahirkan maha karya.
Ada sebuah kata2 bijak yang kudapati dari salah satu kebiasaan membaca: oleh seeorang Gurutta kepada si kecil Anna dan Elsa, dalam buku -RINDU- kepunyaan Tere Liye, ia berkata.. “Jika ingin dapat menulis dan menghadirkan sebuah buku, minimal kau harus membaca 10 buku” Kita-kira seperti itu. Redaksi kalimatnya beda, tapi maknanya hampir sama.
Pun dilain hari pada Februari 2015 silam, ketika kusempatkan datang dalam sebuah bedah buku yang pengarangnya sama, yaitu Tere Liye di UIN Yogyakarta, ku catat ada seorang penanya : yang meanyakan pertanyaan yang sama denganku.
“Bagaimana agar dapat menulis dengan baik?” Hematku berkata, kata lainnya.. “Bagaimana agar kami bisa menulis sebaik Tere Liye?
DIjawab oleh beliau.. “kalau kau ingin berlari, berlarilah sesuai kemampuanmu. Jangan menyuruh orang berlari 10 km, kalau Ia bisanya hanya berlari 1 km” intinya, menulis adalah soal pembiasaan. Bagaimana agar dapat produktif menulis,? mulailah dengan sedikit-demi sedikit menulis apa yang kau anggap berguna”.
Dilain kesempatan kudapati kalimat yang sepaham dengan yang dimaksudkan dengan Tere Liye, dalam satu buku kepunyaan A. Rifa’i Rif’an, Ia berkata ; “tulis saja apa yang ada dalam kepalamu, biarkan jari-jarimu menari dengan pena diatas kertasmu, atau komputermu, urusan tulisan’belepotan” urusan terakhir. asal kau tulis saja apa yang ada dalam benakmu.
Kurang lebih seperti ituah kata-kata orang-orang hebat itu, soal menulis. Menulis yang sekarang sedikit-banyak dilakukan banyak orang. Dan aku sudah memulai~ Tentu saja, semuanya dimulai dan lebih afdol kalau kau tahu cara menulis dengan kalimat yang tepat. Kuncinya? : Jelas dengan membaca. Itulah banyak orang pintar tidak lepas dari jenis bacaannya.
Jadi kau sudah tahu rumusnya, daripada kau menulis status yang tidak jelas lebih sering, mulailah dengan menulis kata2 produktif yang lebih berguna.
Apalagi, kalau kau melakukannya karena Allah Ta’ala, bukan hanya bernilai Ibadah, tapi kau juga mendapat pahala dan kebaikan.
Menyenangkan bukan ketika buku usangmu, atau laptop bututmu, bersaksi ketika di hari penghisaban nanti, bahwa ia digunakan oleh kita dalam hal syiar kebaikan melalui tulisan. So… Tunggu apa lagi?
Ayo Membaca. Tuangkan ide gila dan hebatmu dalam sebuah tulisan.
Selamat Menulis!
_Kopidibulanagustus















